JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPP Petani NasDem periode 2026-2029, Arif Rahman, menyiapkan agenda konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah sebagai langkah awal memperkuat perjuangan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem tersebut resmi dipercaya memimpin Gerakan Nasional Petani NasDem setelah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) DPP Partai NasDem Nomor 262-Kpts/DPP-NasDem/VIII/2026 tentang Pengesahan Susunan Pengurus DPP Petani NasDem Periode 2026-2029.
Arif mengatakan, kepengurusan baru tidak hanya diarahkan untuk memperkuat struktur organisasi, tetapi juga memastikan Petani NasDem mampu hadir langsung menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
“Kami akan berjuang bersama petani Indonesia dalam mendukung program Pemerintah Republik Indonesia mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” ujar Arif, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Menurut Arif, sektor pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Petani tidak hanya membutuhkan dukungan berupa pupuk dan benih, tetapi juga akses terhadap teknologi, pembiayaan, alat dan mesin pertanian hingga pasar.
Karena itu, Petani NasDem akan membangun organisasi yang mampu menjadi penghubung antara petani dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami akan membangun organisasi yang kuat dari pusat hingga daerah, melakukan pendampingan kepada petani, memperjuangkan akses terhadap pupuk, benih unggul, alat dan mesin pertanian, pembiayaan, teknologi, serta memperluas akses pasar bagi hasil pertanian,” tegasnya.
Arif menilai penguatan organisasi di tingkat daerah menjadi penting karena persoalan pertanian di setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Konsolidasi hingga tingkat provinsi, kabupaten, dan kota diharapkan membuat aspirasi petani dapat dihimpun secara lebih sistematis.
Selain memperjuangkan kepentingan petani, Petani NasDem juga akan memperkuat kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta dunia usaha.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong transformasi sektor pertanian agar semakin modern, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Arif menegaskan, kesejahteraan petani merupakan bagian tidak terpisahkan dari agenda ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak akan berjalan optimal apabila petani sebagai pelaku utama belum mendapatkan dukungan yang memadai.
“Apabila petani sejahtera, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kuat. Karena itu, Petani NasDem hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kemajuan sektor pertanian Indonesia,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026-2029, Arif berharap Petani NasDem dapat menjadi wadah perjuangan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan petani sekaligus ikut mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
Ia juga memastikan organisasi akan mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan agar petani tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan sektor pertanian Indonesia (red)

Berita terkait