JAKARTA, BERITA SENAYAN – Partai Golkar menegaskan pentingnya strategi diplomasi ekuidistan sebagai langkah menjaga keseimbangan geopolitik sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan kekuatan global. Sikap tersebut disampaikan dalam keikutsertaan Golkar pada ASEAN Future Forum 2026 di Hanoi, Vietnam.
Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Luar Negeri, Dave Laksono, mengatakan Indonesia harus mampu menjalin hubungan baik dengan seluruh kekuatan dunia tanpa terjebak dalam blok politik tertentu.
“Golkar menekankan posisi Indonesia dalam geopolitik regional melalui strategi diplomasi ekuidistan,” ujar Dave Laksono dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Dave, pendekatan tersebut menjadi kunci bagi Indonesia untuk tetap memainkan peran strategis di kawasan ASEAN sekaligus menjaga independensi kebijakan luar negeri nasional. Dengan strategi itu, Indonesia dapat menjadi penghubung berbagai kepentingan regional maupun global tanpa kehilangan posisi tawarnya.
Ia menjelaskan, kondisi geopolitik dunia yang semakin dinamis menuntut Indonesia untuk memiliki pendekatan diplomasi yang adaptif dan fleksibel. Karena itu, Golkar memandang diplomasi ekuidistan sebagai instrumen penting untuk menjaga stabilitas kawasan dan kepentingan nasional.
Selain membahas isu geopolitik, Golkar juga memanfaatkan forum ASEAN Future Forum 2026 untuk memperkuat kerja sama antarpartai politik di kawasan Asia Tenggara. Langkah tersebut dinilai penting dalam membangun komunikasi politik yang lebih erat demi mendukung stabilitas regional.
Dave menilai hubungan antarpartai dapat menjadi pelengkap diplomasi antarnegara yang selama ini dijalankan pemerintah. Melalui jejaring politik regional, berbagai tantangan bersama seperti keamanan, energi, ekonomi, dan teknologi dapat dibahas secara lebih terbuka.
“Golkar berkomitmen menjaga keseimbangan geopolitik melalui strategi ekuidistan yang memperkuat peran Indonesia di ASEAN,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Golkar juga menyoroti pentingnya modernisasi partai politik melalui penguatan kaderisasi, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kapasitas organisasi untuk menghadapi perubahan global yang semakin cepat.
Menurut Dave, transformasi internal partai harus berjalan beriringan dengan penguatan peran Indonesia di tingkat regional. Dengan demikian, Golkar tidak hanya berkontribusi dalam politik nasional, tetapi juga ikut mendorong Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama dalam percaturan ASEAN.
Partisipasi Golkar dalam ASEAN Future Forum 2026 sekaligus menegaskan komitmen partai berlambang pohon beringin tersebut untuk terus mendukung kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas, aktif, dan berorientasi pada stabilitas kawasan (red)

Berita terkait