JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam mendorong pengembangan motor listrik nasional berbasis baterai nikel produksi dalam negeri.

Menurut Beniyanto, langkah tersebut merupakan strategi besar pemerintah untuk memperkuat hilirisasi mineral sekaligus mempercepat transisi energi nasional melalui pengembangan industri kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Komitmen Presiden Prabowo dan Menteri ESDM patut kita apresiasi karena menunjukkan arah kebijakan yang tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, tetapi mengoptimalkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Dengan memanfaatkan baterai berbasis nikel produksi nasional, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia. Inilah esensi hilirisasi, yakni menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar melalui industrialisasi berbasis sumber daya alam nasional,” ujar Beniyanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Berita Senayan, Sabtu (01/08/2026).

Ia menilai Indonesia memiliki keunggulan sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Karena itu, pengembangan motor listrik nasional harus menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun rantai nilai industri, mulai dari pertambangan, pengolahan dan pemurnian mineral, industri baterai, manufaktur kendaraan listrik, hingga pengembangan infrastruktur pendukung.

Beniyanto menegaskan keberhasilan program motor listrik nasional tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi kendaraan listrik, tetapi juga harus didukung penguatan ekosistem industri secara menyeluruh.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan baku, memperluas kapasitas industri baterai, mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, meningkatkan kandungan lokal, serta menciptakan iklim investasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

“Kebijakan ini harus dibangun secara menyeluruh agar industri kendaraan listrik Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki daya saing global,” katanya.

Legislator daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu juga menilai kebijakan hilirisasi nikel akan memberikan dampak berganda terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri manufaktur, hingga pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Selain itu, ia menyebut daerah-daerah penghasil nikel seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan wilayah potensial lainnya akan memperoleh manfaat besar karena menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik nasional.

Menurut Beniyanto, hilirisasi bukan hanya menghadirkan nilai tambah bagi ekonomi nasional, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Kami di Komisi XII DPR RI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang memperkuat hilirisasi sumber daya alam, transisi energi, dan pengembangan industri nasional. Kami berharap program motor listrik nasional dapat menjadi momentum untuk memperkokoh kemandirian industri Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil mineral, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat industri baterai dan kendaraan listrik dunia,” tutup Beniyanto (red)