MEKKAH, BERITA SENAYAN – Anggota Amirul Hajj sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memuji kualitas pelayanan ibadah haji 2026 setelah mendengar langsung pengakuan jemaah asal Ngawi, Jawa Timur, yang merasa puas dengan layanan pemerintah selama berada di Tanah Suci.

Penilaian itu disampaikan Gus Muhaimin usai mengunjungi tenda 86 di Arafah yang ditempati salah satu kloter jemaah asal Ngawi, Selasa (26/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia turut melaksanakan salat dzuhur berjamaah bersama para jemaah.

“Saya sangat bersyukur dan terharu. Semua proses jemaah Ngawi dalam satu kloter ini menceritakan bagaimana terharunya mereka karena semua proses berjalan dengan amat lancar,” ujar Gus Muhaimin.

Ketua Umum PKB itu mengatakan kelancaran pelayanan dirasakan jemaah sejak keberangkatan dari Indonesia hingga proses pergeseran menuju Arafah. Menurutnya, pelayanan transportasi, konsumsi, hingga mobilitas jemaah berjalan aman dan tertata.

“Penerbangan, transportasi, makan, kemudian pergeseran ke Arafah hingga jam 12 siang tadi, semua berjalan lancar dan aman,” katanya.

Selain itu, layanan bus salawat yang mengantar jemaah menuju Masjidil Haram juga disebut mendapat apresiasi dari para jemaah. Tidak hanya itu, menu makanan khas Indonesia dinilai membantu kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.

“Bahkan salat lima waktu ke masjid dengan bus salawat amat sangat memuaskan para jemaah dari Ngawi tadi. Termasuk menu makanan khas Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Gus Muhaimin, peningkatan kualitas pelayanan haji tahun ini menjadi modal penting bagi Kementerian Haji dan Umrah RI untuk menghadirkan sistem penyelenggaraan yang lebih profesional dan modern di masa mendatang.

“Yang penting, karena ini bisa kita jadikan pelajaran bahwa Kementerian Haji yang baru ini dengan pola kerja baru, standar baru, dan terobosan baru akan merefresh dan membawa penyelenggaraan haji yang lebih baik,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang dinilai membuat tata kelola haji lebih fokus dan maksimal.

“Semua ini adalah wujud dari kesungguhan pemerintah untuk membangun Kementerian Haji yang produktif bagi pelaksanaan jemaah haji yang baik,” ujarnya.

Gus Muhaimin optimistis seluruh tahapan ibadah haji tahun ini, termasuk pergeseran jemaah ke Muzdalifah dan Mina, dapat berjalan lancar hingga akhir pelaksanaan haji 2026 (red)