JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Arief Rosyid Hasan menegaskan pentingnya generasi muda mengambil peran strategis dalam menghadapi dinamika geopolitik ASEAN. Menurutnya, kolaborasi lintas negara di kawasan Asia Tenggara tidak lagi sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan gagasan dan kepemimpinan yang mampu memperkuat posisi ASEAN di tengah perubahan global.
Pernyataan tersebut disampaikan Arief saat menerima kunjungan silaturahmi informal delegasi Majlis Belia Malaysia (MBM) di AMPI Media Center, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal mempererat diplomasi kepemudaan Indonesia-Malaysia sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan Kuala Lumpur–Jakarta Nusantara Youth Nexus (KLJ Nexus) 2026.
“Kolaborasi kepemudaan tidak hanya berbicara mengenai pertukaran program, tetapi juga bagaimana generasi muda mampu menghadirkan gagasan strategis bagi masa depan ASEAN,” kata Arief Rosyid.
Arief menilai tantangan kawasan saat ini semakin kompleks, mulai dari persaingan geopolitik, transformasi digital, hingga perubahan ekonomi global. Karena itu, pemuda Indonesia dan Malaysia perlu memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus meningkatkan daya saing ASEAN.
Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab membangun ruang dialog yang produktif agar lahir rekomendasi kebijakan yang dapat memberikan dampak nyata bagi masa depan kawasan.
Silaturahmi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan KLJ Nexus yang akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 dengan mengusung tema “One Region, One Generation, One Future.”
Sebagai organisasi payung kepemudaan di Malaysia, Majlis Belia Malaysia (MBM) dinilai memiliki posisi strategis yang sepadan dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan kepemimpinan generasi muda ASEAN.
Dalam kesempatan itu, Penolong Setiausaha Agung Majlis Belia Malaysia, Muhammad Syahmi Shamsuddin, menyambut baik inisiatif DPP AMPI. Ia menilai Indonesia dan Malaysia menghadapi tantangan yang serupa, mulai dari isu ketenagakerjaan, transformasi digital, hingga regenerasi kepemimpinan.
Sebagai tindak lanjut, delegasi resmi MBM dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada 7–9 Agustus 2026. Salah satu agenda utamanya adalah audiensi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, serta menghadiri forum kepemudaan di Kantor DPP AMPI.
Pada rangkaian kegiatan tersebut juga akan diluncurkan “10 Youth Initiatives Towards Golden Generation Indonesia and Malaysia”, sebuah peta jalan kolaborasi pemuda kedua negara di bidang kepemimpinan, pendidikan, inovasi, ekonomi, hingga kerja sama regional.
Melalui inisiatif ini, DPP AMPI berharap kolaborasi Indonesia dan Malaysia dapat melahirkan generasi muda ASEAN yang adaptif, berdaya saing global, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan kawasan di masa depan (red)

Berita terkait