JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan bencana saat kondisi darurat, tetapi juga memastikan pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana berlalu.

Menurut Puan, dampak bencana dapat meluas ke berbagai persoalan sosial, mulai dari kesehatan, pendidikan anak, hingga kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan langkah strategis agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.

Hal tersebut disampaikan Puan kepada awak media usai Rapat Paripurna DPR RI ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 dalam sesi doorstop di selasar Gedung Nusantara II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

“Karena masalah bencana, masalah kebakaran ini bukan hanya bagaimana kita mengatasinya sekarang, tapi apa yang akan harus kita atasi setelahnya, yaitu bagaimana berkait dengan masalah sosial, yaitu pendidikan,” tegas Puan.

Puan menilai, pemulihan pascabencana harus menjadi bagian penting dalam strategi penanganan bencana pemerintah. Sebab, persoalan yang muncul setelah bencana dapat memberikan dampak jangka panjang apabila tidak segera ditangani.

Pendidikan Anak Jangan Sampai Terabaikan

Salah satu perhatian Puan adalah kondisi pendidikan anak-anak yang terdampak bencana. Menurutnya, gangguan terhadap aktivitas pendidikan harus segera dicarikan solusi agar anak-anak tidak mengalami dampak berkepanjangan.

“Kemudian kesejahteraan masyarakat seperti sekarang sudah ada masalah ISPA, kemudian kondisi anak-anak yang pendidikannya terganggu itu juga harus segera teratasi dan bagaimana ke depannya itu harus segera ada solusinya,” lanjutnya.

Puan menegaskan, pemerintah perlu melihat penanganan bencana secara lebih menyeluruh. Artinya, keberhasilan penanganan tidak hanya diukur dari kemampuan mengevakuasi korban atau mengatasi kondisi darurat, tetapi juga dari kecepatan pemerintah memulihkan kehidupan masyarakat.

Selain pendidikan, persoalan kesehatan juga menjadi perhatian. Puan menyebut munculnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai salah satu persoalan yang perlu segera ditangani dalam situasi pascabencana.

Menurutnya, masyarakat yang terdampak membutuhkan kepastian bahwa kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.

Karena itu, pemerintah diminta menyiapkan langkah lanjutan yang tidak berhenti pada respons kedaruratan. Pemulihan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan.

Puan Minta Penanganan Bencana Dilakukan Terpadu

Di sisi lain, Puan juga menekankan pentingnya pola penanganan bencana secara terpadu dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai leading sector.

“Yang menjadi lead adalah BNPB. Jadi dengan situasi seperti ini, saya mengharapkan bisa dilakukan lagi hal seperti itu. Ada salah satu leading sector yang melakukan hal tersebut untuk segera mengantisipasi hal ini, sehingga bisa segera selesai,” ujar Puan.

Puan mengatakan, Pimpinan DPR nantinya akan meminta pemerintah kembali menerapkan pola penanganan terpadu agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditangani.

“Untuk itu pun harusnya dilakukan tetap begitu, makanya tadi di pimpinan DPR nantinya yang sudah mempunyai tim bencana akan meminta pemerintah untuk bisa melakukan hal seperti itu lagi agar hal-hal yang sekarang terjadi itu cepat teratasi,” tandasnya.

Dengan demikian, Puan mendorong agar kebijakan penanganan bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Pemerintah juga perlu memastikan proses pemulihan berjalan cepat sehingga dampak sosial, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat dapat diminimalkan (red)