JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rina Saadah, mendesak Kementerian Pertanian memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman musim kemarau dan potensi El Nino 2026. Menurutnya, penguatan Sistem Peringatan Dini Pertanian (Siperditan) menjadi kunci untuk menjaga produksi pangan nasional dan mencegah kerugian petani akibat kekeringan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rina dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
“Kami meminta Kementerian Pertanian memperkuat mitigasi untuk menghadapi El Nino. Ancaman El Nino tidak boleh dianggap sebagai persoalan musiman semata. Dampaknya dapat menurunkan produksi pangan nasional jika mitigasinya tidak dilakukan secara cepat, terukur, dan tepat sasaran,” ujar Rina.
Rina menyoroti masih adanya puluhan ribu hektare lahan padi yang terdampak kekeringan sepanjang semester pertama 2026. Bahkan, sejumlah daerah sentra pangan, termasuk Sulawesi Selatan, masih mencatatkan luasan puso yang cukup tinggi.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem mitigasi perubahan iklim di sektor pertanian masih perlu diperkuat agar informasi yang dimiliki pemerintah benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.
“Data tersebut menunjukkan bahwa sistem peringatan dini harus benar-benar diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan. Jangan sampai informasi sudah tersedia, tetapi respons di daerah terlambat sehingga petani tetap mengalami gagal panen,” katanya.
Rina meminta Kementerian Pertanian menjelaskan efektivitas implementasi Siperditan di daerah, mulai dari penyampaian informasi kepada petani hingga langkah-langkah antisipasi sebelum kekeringan terjadi.
Selain itu, ia menilai pemerintah harus memastikan seluruh sarana pendukung tersedia sebelum puncak musim kemarau, seperti distribusi pompa air, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, penyediaan benih tahan kekeringan, hingga pendampingan penyuluh pertanian.
“Petani tidak cukup hanya diberi informasi bahwa akan terjadi kekeringan. Mereka juga harus dibekali solusi, mulai dari ketersediaan air, benih yang sesuai, hingga pendampingan agar dapat menyesuaikan pola tanam secara tepat waktu,” tegas legislator PKB tersebut.
Rina menambahkan, keberhasilan target swasembada pangan nasional sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengantisipasi dampak perubahan iklim yang semakin sering terjadi.
“Jangan sampai target produksi terganggu hanya karena kesiapan mitigasi belum optimal. Ketahanan pangan harus dibangun melalui sistem yang tangguh, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mampu melindungi petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional,” pungkasnya (red)

Berita terkait