BOGOR, BERITA SENAYAN – Pengusaha bisnis daur ulang sampah plastik, Purwanto, mengungkapkan besarnya potensi ekonomi dari pengelolaan sampah botol dan gelas plastik. Menurutnya, jika dikelola secara serius melalui bank sampah, sektor ini mampu menghasilkan keuntungan sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Purwanto saat menghadiri acara Launching Bank Sampah Kumpul Mutiara di Kota Bogor, Minggu (14/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Purwanto menjelaskan bahwa usahanya saat ini bergerak di bidang pengepresan dan penggilingan sampah plastik yang berlokasi di kawasan Citerap. Ia mengaku mampu mengolah sampah plastik dalam jumlah besar setiap harinya.

“Untuk perharinya saya sudah bisa ngepres sekitar 1,1 ton untuk botol, dan untuk gelasnya saya di angka 400 kilo,” ujar Purwanto.

Menurutnya, sampah botol yang telah diproses kemudian dikirim ke perusahaan eksportir di Tangerang. Sementara sampah gelas plastik didistribusikan ke kawasan Gunung Sindur untuk diolah lebih lanjut.

Purwanto menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan secara rutin dengan volume yang cukup besar. Untuk sampah botol, setiap tiga hari sekali pihaknya mampu mengumpulkan hingga tiga ton sebelum dikirim ke pembeli.

Ia juga mengungkapkan bahwa harga plastik bekas saat ini mengalami peningkatan mengikuti perkembangan harga plastik di pasar global. Kondisi tersebut membuat usaha pengelolaan sampah semakin menarik bagi masyarakat yang ingin terjun ke sektor ekonomi sirkular.

“Harga jual plastik sekarang untuk botol sudah di harga Rp9.500 per kilo. Kalau untuk harga gelas A ada di harga Rp13.500, gelas B Rp9.500, sementara monti Rp9.000,” jelasnya.

Melihat potensi tersebut, Purwanto mendorong pengelola Bank Sampah Kumpul Mutiara untuk terus meningkatkan jumlah anggota dan kapasitas pengumpulan sampah agar target tonase dapat tercapai.

Menurutnya, keberadaan bank sampah bukan hanya membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang bernilai jual.

Ia optimistis gerakan bank sampah akan semakin berkembang apabila didukung fasilitas yang memadai serta partisipasi aktif warga dalam memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah tangga.

“Semoga makin lancar, anggotanya juga makin banyak, kita kejar target tonasenya,” katanya.

Purwanto pun membuka kesempatan bagi masyarakat maupun pengelola bank sampah yang ingin belajar lebih jauh mengenai bisnis pengolahan sampah plastik untuk berkunjung langsung ke lokasi usahanya di Citerap.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memahami nilai ekonomi sampah, semakin besar pula peluang terciptanya lingkungan yang bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga (red)