JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia berharap perhelatan FIFA World Cup 2026 dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi pelaku UMKM di Indonesia.

Menurut politikus yang akrab disapa Nunik itu, momentum siaran langsung Piala Dunia yang ditayangkan TVRI berpotensi menggerakkan ekonomi rakyat melalui maraknya kegiatan nonton bareng (nobar) di berbagai daerah.

“Terlebih stasiun kebanggaan kita TVRI akan menyiarkan langsung pertandingan-pertandingan Piala Dunia yang bisa dinikmati masyarakat dan seperti biasanya nobar-nobar akan digelar yang harapannya bisa menggerakkan perekonomian rakyat khususnya para pelaku UMKM,” ujar Chusnunia di Jakarta.

Ia menilai hajatan olahraga terbesar dunia tersebut dapat menjadi penggerak utama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, terutama bagi pedagang makanan dan minuman, warung kopi, hingga jasa transportasi.

“Momentum nonton bareng yang menjamur di berbagai daerah berdampak langsung pada lonjakan omzet pedagang makanan dan minuman, warung kopi, hingga penyedia jasa transportasi,” katanya.

Chusnunia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang mengizinkan pelaku UMKM dan warung kopi menggelar nobar tanpa biaya lisensi, selama kegiatan tersebut didaftarkan secara resmi dan tidak bersifat komersial.

Menurutnya, momentum Piala Dunia 2026 harus dimanfaatkan tidak hanya sebagai hiburan olahraga, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Momentum Piala Dunia 2026 tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dan olahraga, tetapi juga untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.

Ajang FIFA World Cup 2026 sendiri akan berlangsung di tiga negara Amerika Utara, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 (red)