JAKARTA, BERITA SENAYAN – Semangat pengabdian dan konsistensi dalam membangun generasi kembali ditegaskan dalam kegiatan Halal Bi Halal Yayasan Amal Insani yang digelar di Masjid Baiturrahman DPR RI pada Selasa (14/04/2026). Acara yang mempertemukan alumni lintas generasi ini menjadi momentum untuk meneguhkan peran alumni HMI Yogyakarta dalam berbagai bidang strategis, mulai dari politik, akademisi, hingga profesional.
Tuan rumah kegiatan, Zulfikar Arse Sadikin, menegaskan bahwa alumni HMI Yogyakarta telah tersebar luas dan berkontribusi nyata di berbagai lini kehidupan. Menurutnya, proses panjang selama menjadi mahasiswa dan kader HMI telah membentuk karakter kepemimpinan yang kuat.
“Alumni HMI Yogya terus berkiprah di banyak sektor dan tetap menjaga tradisi kebersamaan. Salah satunya melalui program beasiswa yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi pemberian beasiswa kepada kader di HMI Cabang Yogyakarta dan Bulaksumur menjadi bukti nyata komitmen alumni dalam membangun generasi penerus.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Amal Insani, Ibrahim Ambong, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan alumni dari berbagai generasi dalam satu forum silaturahmi.
Menurutnya, yayasan yang dipimpinnya tidak hanya menjadi wadah pertemuan, tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan kader melalui program pendidikan, bimbingan, dan beasiswa yang telah berjalan selama tiga dekade.
“Kami ingin memastikan bahwa kontribusi alumni tidak terputus, tetapi terus berlanjut untuk kemajuan umat dan bangsa,” kata Ibrahim.
Ketua Panitia, Chamad Hojin, menambahkan bahwa kegiatan halal bi halal ini juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendoakan para alumni yang telah wafat.
Dalam kesempatan tersebut, Hajriyanto Y Thohari turut menyampaikan pandangannya mengenai dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah pasca Perang Dunia I.
Ia menyoroti peran Lebanon sebagai salah satu pusat perkembangan intelektual dunia Arab, terutama dalam pengembangan bahasa Arab modern yang banyak diproduksi di Beirut.
Kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang strategis bagi alumni HMI Yogyakarta untuk memperkuat jaringan, menjaga tradisi, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas (RED).

Berita terkait