JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji menegaskan kaderisasi merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia partai.

Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji saat menutup kegiatan Training of Trainer (ToT) Akademi Partai Golkar di Sekretariat DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Sarmuji, partai politik tidak cukup hanya mengandalkan struktur organisasi. Penguatan kapasitas kader melalui proses pendidikan dan kaderisasi menjadi faktor penting agar partai mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menjalankan berbagai tanggung jawab politik.

“Partai harus berinvestasi pada kaderisasi sebagai investasi jangka panjang. Melalui forum Training of Trainer (ToT) ini Partai Golkar memberikan wadah internalisasi intelektual kepada kader-kader Partai,” ujar Sarmuji.

Ia menilai kaderisasi memiliki peran strategis dalam menemukan dan mengembangkan potensi kader. Tanpa proses pembinaan yang terstruktur, kapasitas kader dinilai akan sulit berkembang secara maksimal.

“Tanpa forum kaderisasi, partai tidak akan bisa menaikkan kapasitas dan kualitas kadernya, dan hanya melalui kaderisasi, kader-kader partai akan menemukan potensinya,” tegasnya.

Sarmuji juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta ToT Akademi Partai Golkar yang mengikuti rangkaian kegiatan secara konsisten sejak awal hingga penutupan.

Menurutnya, konsistensi peserta dalam mengikuti seluruh proses pendidikan menunjukkan adanya kesungguhan kader untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.

“Saya sangat mengapresiasi kepada para peserta yang konsisten mengikuti ToT ini dari awal hingga selesai,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji juga menyampaikan refleksi mengenai hubungan antara kesadaran dan realitas. Ia mengutip pemikiran Karl Marx mengenai realitas yang membentuk kesadaran, namun melihat dinamika kaderisasi Partai Golkar dari perspektif yang berbeda.

“Kalau dalam teori Karl Marx realitas yang menuntut kesadaran, tapi hari ini saya menilai sebaliknya, kesadaran yang menuntut realitas,” ujar Sarmuji.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun kesadaran kader sebagai modal untuk mendorong perubahan dan menghadirkan realitas politik yang diharapkan.

Melalui Akademi Partai Golkar, Sarmuji berharap proses kaderisasi tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi mampu membentuk kader yang memiliki kapasitas intelektual, militansi, serta kesiapan untuk menjalankan tugas-tugas kepartaian.

Ia menilai investasi terhadap kaderisasi harus dilakukan secara berkelanjutan karena kualitas partai pada masa depan sangat ditentukan oleh kualitas kader yang dipersiapkan sejak sekarang (red)