MEKKAH, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Marwan Dasopang mengusulkan penerapan skema tanazul untuk mengurangi kepadatan jemaah Indonesia di Mina saat puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026.

Menurut Marwan, sebagian jemaah Indonesia yang hotelnya berada dalam jarak memungkinkan dapat menjalani mabit di hotel sehingga beban kepadatan di tenda Mina bisa berkurang secara signifikan.

“Dari sekitar 201 ribu jemaah Indonesia, mungkin ada sekitar 60 ribu jemaah yang dapat dipertimbangkan untuk mabit di hotel dengan pengaturan yang baik dan tetap sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Marwan di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, skema tanazul merupakan opsi yang memungkinkan jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel atau akomodasi tertentu selama masa mabit.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kepadatan yang terus berulang setiap musim haji.

“Jika ini dapat diwujudkan, ruang di Mina akan jauh lebih longgar bagi jemaah yang tetap berada di tenda,” katanya.

Selain itu, Marwan juga menyoroti kondisi fasilitas di Mina yang dinilai masih perlu pembenahan, mulai dari kapasitas tenda, pendingin udara (AC), hingga ketersediaan air bersih.

“Kita menerima berbagai masukan terkait fasilitas di Mina. Ada persoalan AC yang tidak berfungsi optimal dan ketersediaan air yang kurang memadai,” ujarnya.

Politikus PKB itu menegaskan bahwa penerapan skema tanazul memerlukan kajian mendalam serta komunikasi intensif dengan Pemerintah Arab Saudi agar pelaksanaannya tetap sesuai aturan penyelenggaraan ibadah haji.

Ia berharap Kementerian Haji dan Umrah RI dapat memainkan peran strategis dalam mencari solusi atas persoalan kepadatan jemaah di Mina demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia (red)