JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menilai implementasi layanan one stop service dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 masih belum optimal, meski secara sistem sudah dirancang dengan baik.

Menurut Selly, kelemahan utama terletak pada aspek pelaksanaan di lapangan, khususnya terkait kesiapan dan profesionalisme petugas dalam melayani jemaah.

“One stop service ini sudah menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan. Jadi bukan ruang untuk praktik percaloan, karena semuanya sudah terintegrasi dalam mekanisme resmi,” ujarnya di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan sangat bergantung pada kemampuan petugas dalam menangani berbagai kebutuhan teknis jemaah.

“Yang harus kita pastikan adalah apakah petugas yang ditempatkan benar-benar mampu membantu jemaah, termasuk dalam hal teknis seperti aktivasi nusuk dan distribusi layanan lainnya,” tegasnya.

Fokus pada Titik Layanan Krusial

Selly mengungkapkan sejumlah titik layanan yang masih perlu diperbaiki, seperti distribusi dan aktivasi kartu nusuk, pemberian kartu identitas, hingga penyaluran biaya hidup bagi jemaah.

Ia menilai, jika tidak ditangani secara profesional, layanan tersebut berpotensi menghambat kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara petugas haji Indonesia dengan pihak penyedia layanan di Arab Saudi agar pelayanan dapat berjalan lebih terintegrasi.

Lebih lanjut, Selly mendorong agar sistem one stop service tidak hanya berhenti di tahap keberangkatan, tetapi dikembangkan menjadi layanan terpadu yang mencakup seluruh proses ibadah haji.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, termasuk fasilitas kesehatan seperti rumah sakit haji, guna memastikan pelayanan kesehatan bagi jemaah berjalan optimal.

Komisi VIII DPR RI, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan agar penyelenggaraan haji ke depan semakin baik dan memberikan kepastian serta kenyamanan bagi seluruh jemaah Indonesia (red)