JAKARTA, BERITA SENAYAN – DPP Partai Golkar menggelar Training of Trainer (ToT) untuk mencetak instruktur kaderisasi yang kompeten dan profesional sebagai bagian dari penguatan sistem kaderisasi internal partai. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, pada 3–8 Agustus 2026 dan akan dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Program ini diikuti sekitar 81 peserta, terdiri atas 26 anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, 21 orang Dewan Ahli dan Dewan Pelaksana Akademi Partai Golkar, serta perwakilan tenaga ahli Fraksi Partai Golkar dan staf khusus maupun tenaga ahli para menteri yang berasal dari Partai Golkar.
Training of Trainer ini dirancang untuk melahirkan instruktur kaderisasi yang memiliki kemampuan mengajar, membangun karakter kader, sekaligus menyampaikan nilai-nilai perjuangan Partai Golkar secara utuh dan berkesinambungan. Para peserta diharapkan menjadi ujung tombak pelaksanaan pendidikan politik di seluruh tingkatan organisasi, mulai dari pusat hingga daerah.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan materi Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Dasar, Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Menengah, serta materi khusus Training of Trainer. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan menjadi narasumber, di antaranya Hajriyanto Y. Thohari, Andi Matalatta, Jimly Asshiddiqie, Firman Noor, Kuskridho Ambardi, Zainudin Amali, Rhenald Kasali, Ibnu Munzir, Eep Saefullah Fatah, Chatib Basri, Ahmad Doli Kurnia, Hetifah Sjaifudian, Meutya Hafid, hingga Ismail Fahmi dari Drone Emprit.
Pelaksanaan ToT tersebut menjadi bagian dari upaya Partai Golkar membangun sistem kaderisasi yang semakin modern, terstruktur, dan berkelanjutan. Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, kaderisasi dinilai menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan partai politik sekaligus jaminan lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang memiliki kapasitas, integritas, dan loyalitas terhadap organisasi.
Selain membekali kader dengan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi politik, proses kaderisasi juga memiliki peran penting dalam menanamkan identity party atau identitas partai. Melalui pemahaman yang kuat terhadap sejarah, ideologi, nilai perjuangan, platform kebijakan, hingga budaya organisasi Partai Golkar, kader diharapkan mampu menjadi representasi partai yang konsisten di tengah masyarakat.
Penguatan identitas partai menjadi semakin penting agar setiap kader memiliki kesamaan visi, arah perjuangan, serta mampu menjaga marwah organisasi dalam menjalankan tugas sebagai legislator, kepala daerah, maupun pengurus partai. Dengan identitas yang kuat, kader tidak hanya memahami tujuan politik partai, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Kaderisasi yang berkesinambungan juga menjadi instrumen strategis dalam menjaga regenerasi kepemimpinan. Melalui proses pendidikan yang sistematis, partai dapat memastikan estafet kepemimpinan berjalan secara terencana sekaligus menciptakan kader-kader yang siap menghadapi tantangan politik nasional maupun global.
Melalui Training of Trainer ini, DPP Partai Golkar berharap lahir instruktur-instruktur kaderisasi yang mampu memperkuat kualitas pendidikan politik internal sehingga sistem kaderisasi partai semakin kokoh dan menjadi fondasi dalam menghadirkan sumber daya politik yang profesional, berintegritas, serta siap mengawal pembangunan nasional (red)

Berita terkait