BANDUNG, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, menegaskan bahwa partai politik tidak boleh hanya muncul menjelang pemilu, tetapi harus hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat melalui pelayanan, pemberdayaan, dan kerja-kerja kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri PKB Jabar Fest dan Inagurasi DPAC PKB se-Jawa Barat yang digelar di Youth Centre Arcamanik, Bandung, Minggu (15/6/2026).

Menurut Abdul Muhaimin Iskandar, kehadiran partai politik harus dirasakan masyarakat setiap saat, terutama ketika rakyat menghadapi berbagai persoalan seperti kesulitan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga tantangan sosial lainnya.

“PKB harus menjadi partai yang hadir dalam kehidupan masyarakat. Partai tidak boleh hanya hadir saat pemilu, tetapi harus hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan, membutuhkan solusi, dan membutuhkan harapan,” tegas Gus Muhaimin.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu menilai politik yang bermakna adalah politik yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, seluruh kader PKB diminta untuk memperkuat kerja-kerja sosial dan pengabdian di tengah rakyat.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, mengatakan PKB Jabar Fest menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara partai dan masyarakat sekaligus memperkuat tradisi pengabdian yang selama ini menjadi identitas PKB.

“PKB ingin memastikan bahwa kerja politik berjalan seiring dengan kerja sosial dan kerja kemanusiaan. Karena itu, konsolidasi organisasi harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Huda.

Senada dengan itu, Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq, menilai tema “Padamu Jawa Barat, PKB Berkhidmat” mencerminkan jati diri PKB sebagai partai yang lahir dari tradisi pesantren dan perjuangan para ulama.

Menurut Kiai Maman, khidmat kepada rakyat bukan sekadar slogan politik, melainkan prinsip perjuangan yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh kader partai.

“PKB dibangun oleh para ulama dengan semangat melayani. Ukuran keberhasilan partai bukan hanya jumlah kursi yang diraih, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut menambahkan bahwa tantangan sosial yang semakin kompleks membutuhkan kehadiran politik yang dekat dengan rakyat. Kader PKB harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, pendidikan, pemberdayaan pesantren, hingga perlindungan kelompok rentan.

Kiai Maman juga mengapresiasi berbagai program sosial yang ditampilkan dalam PKB Jabar Fest, termasuk penguatan layanan ambulans siaga dan kegiatan kemanusiaan yang telah dijalankan kader PKB di berbagai daerah di Jawa Barat.

“Politik yang bermakna adalah politik yang menghadirkan harapan. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, kader PKB harus menjadi yang pertama hadir dan yang terakhir meninggalkan mereka,” katanya.

Melalui pengukuhan DPAC PKB se-Jawa Barat, partai berharap struktur organisasi di tingkat akar rumput semakin kuat sehingga mampu merespons kebutuhan masyarakat secara lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan (red)