Cak Udin Ingatkan Ancaman Deforestasi dan Banjir
Jumat, 12 Desember 2025, 15:56:47 WIB
KALIMANTAN, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Hasanuddin Wahid atau Cak Udin, mengingatkan serius ancaman deforestasi yang terus terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Ia menilai kerusakan hutan yang belum terkendali berimplikasi langsung pada meningkatnya risiko bencana, terutama banjir bandang dan longsor.
Peringatan tersebut disampaikan Cak Udin bertepatan dengan aksi penanaman pohon dalam rangka Gerakan Nusantara Menanam yang ia mulai dari Titik Nol Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, aksi menanam pohon harus dipahami sebagai langkah strategis menghadapi krisis ekologis, bukan sekadar kegiatan simbolik.
“Kerusakan lingkungan dan deforestasi adalah penyebab utama banjir bandang. Karena itu, menanam pohon menjadi ikhtiar sederhana namun sangat penting untuk memperkuat daya dukung alam,” kata Cak Udin, Jumat (12/12/2025).
Anggota Komisi XI DPR RI itu menegaskan bahwa menjaga kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyebut deforestasi tidak hanya terjadi di wilayah tertentu seperti Sumatera atau Kalimantan, tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia.
“Titik Nol IKN ini hanya simbol pengingat. Gerakan Nusantara Menanam harus menjadi kesadaran kolektif masyarakat. Jika kita ingin mengurangi risiko bencana, maka penghijauan harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Cak Udin menilai, satu pohon yang ditanam hari ini memiliki dampak jangka panjang bagi keseimbangan ekosistem. Selain berfungsi sebagai penyangga iklim, hutan juga menjadi bantalan alami yang menahan laju air dan mencegah longsor.
Ia menambahkan, data kerusakan hutan menunjukkan ancaman nyata bagi masa depan lingkungan Indonesia. Pada 2024, deforestasi netto tercatat mencapai sekitar 175.400 hektare, sementara tekanan terhadap kawasan hutan masih terus berlangsung akibat kebakaran, pembukaan lahan, dan eksploitasi berlebihan.
Meski pemerintah mencatat adanya penurunan angka deforestasi nasional, Cak Udin mengingatkan bahwa potensi lonjakan kerusakan hutan tetap harus diwaspadai, terutama di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah peringatan bahwa alam kita sedang rapuh. Karena itu, menanam dan menjaga hutan adalah investasi lingkungan untuk melindungi Indonesia dari bencana,” pungkasnya.
PKB, kata Cak Udin, akan terus mendorong gerakan-gerakan ekologis yang melibatkan masyarakat luas sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan mengurangi risiko bencana di masa depan (red)
Berita terkait
Fasilitasi Mudik Gratis, Bahlil Lahadalia Berangkatkan...
Sarmuji: Pemerintah Perlu Siapkan Simulasi Kebijakan...
Sarmuji: Menteri dan DPR Golkar Siap...
Pengajian Al-Hidayah Gelar Khataman Al-Qur’an dan...
Zulkifli Hasan Lepas 3.000 Pemudik Program...
Putri Zulhas: Mudik Ceria PAN Jangkau...
Berita Terbaru
Fasilitasi Mudik Gratis, Bahlil Lahadalia Berangkatkan...
Rina Saadah: Kemarau Panjang Ancam Gagal...
