JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota DPR RI asal Lampung sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia atau yang akrab disapa Nunik, meminta Pemerintah Kota Metro mencari solusi atas polemik rencana pembongkaran Pasar Shoping Metro. Ia mengingatkan agar nasib pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif yang telah berkembang di pasar tersebut tidak diabaikan.
Nunik mengaku mengikuti perkembangan persoalan yang dihadapi para pelaku usaha dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, pemerintah perlu membuka ruang diskusi bersama untuk menemukan jalan keluar yang mempertimbangkan keselamatan pengunjung sekaligus keberlanjutan usaha para pedagang.
“Tentunya harus ada diskusi dan solusi agar mereka mendapatkan solusi dari rencana pembongkaran tersebut, saya tidak ingin masuk pada polemik siapa yang berhak atas pasar tersebut dan masuk pada persoalan siapa yang benar dan siapa yang salah, nanti kita lihat kajian kelayakan gedung yang kabarnya sedang dilakukan oleh Pemkot,” ujar Nunik.
Mantan Wakil Gubernur Lampung itu menilai perkembangan ekonomi kreatif di Kota Metro dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan potensi yang baik. Karena itu, polemik Pasar Shoping perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah maupun pelaku usaha agar pengembangan ekonomi lokal tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Chusnunia Minta Pemkot Metro Cari Solusi agar UMKM Tetap Berjalan
Nunik menyatakan menghormati Pemerintah Kota Metro sebagai pemilik aset pasar yang memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan pengunjung dan pelaku usaha. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah juga perlu memikirkan masa depan para UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang telah menghidupkan kembali pasar yang sebelumnya lama terbengkalai.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut perlu dilakukan secara adil dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan. Kajian kelayakan gedung yang sedang dilakukan pemerintah kota juga dapat menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Saya menghormati Pemkot Metro sebagai pemilik aset atas pasar tersebut yang mengutamakan keselamatan pengunjung dan para pelaku usaha di dalamnya. Meski demikian, pemerintah juga harus memikirkan keberlanjutan para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang telah berhasil mengubah pasar yang telah lama terbengkalai tersebut, jadi win-win solution untuk semuanya,” tambahnya.
Nunik berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada persoalan bangunan, tetapi juga memperhitungkan dampak kebijakan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Keberlanjutan usaha para pedagang dinilai penting agar perkembangan ekonomi kreatif di Kota Metro tetap terjaga.
Nunik Siap Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Shoping Metro
Sebagai tindak lanjut, Nunik berencana mendengarkan langsung aspirasi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang terdampak rencana pembongkaran Pasar Shoping Metro. Pertemuan tersebut sedang dijadwalkan dan dapat dilakukan secara daring melalui Zoom.
Nunik menyebut aspirasi yang dihimpun nantinya akan disampaikan kepada Wali Kota Metro sebagai pemegang kebijakan. Langkah tersebut diharapkan membantu pemerintah memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kebutuhan dan kekhawatiran para pelaku usaha.
“Kita sedang atur waktunya, bisa melalui Zoom. Saya ingin mendengar aspirasi dari para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif tersebut untuk selanjutnya disampaikan kepada Wali Kota sebagai pemegang kebijakan,” pungkasnya.
Melalui dialog tersebut, Nunik berharap ditemukan solusi yang memperhatikan keselamatan, kepastian kebijakan, serta keberlangsungan usaha masyarakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah dan pelaku UMKM agar polemik Pasar Shoping Metro dapat diselesaikan tanpa mengabaikan potensi ekonomi kreatif yang telah tumbuh di kawasan tersebut (red)

Berita terkait