JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly atau Amure, mendesak Malaysia selaku tuan rumah SEA Games 2027 untuk meninjau ulang keputusan tidak memasukkan cabang olahraga panjat tebing dalam daftar pertandingan. Ia menilai keputusan tersebut perlu dipertimbangkan kembali karena panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga yang telah menyumbangkan prestasi bagi Indonesia di tingkat internasional.

Amure menyoroti keberhasilan kontingen Indonesia meraih empat medali emas dari cabang panjat tebing pada SEA Games 2025 di Thailand. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa panjat tebing memiliki daya saing tinggi dan layak mendapatkan ruang kompetisi dalam ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Jangan sampai panjat tebing justru dihilangkan dari SEA Games 2027. Ini olahraga yang memiliki banyak penggemar dan atlet potensial, termasuk di Indonesia. Prestasi Indonesia di SEA Games sebelumnya sudah menunjukkan bahwa cabang ini memiliki daya saing yang sangat baik,” ujar Amure di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Politikus yang juga dikenal sebagai pendiri PKB itu menilai panjat tebing bukan sekadar olahraga bagi atlet profesional. Cabang ini telah berkembang di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, termasuk mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Menurutnya, keberadaan komunitas, unit kegiatan mahasiswa, serta fasilitas panjat tebing di lingkungan kampus menunjukkan bahwa olahraga tersebut memiliki basis penggemar dan potensi regenerasi atlet yang cukup besar.

Amure Soroti Potensi Atlet Panjat Tebing Asia Tenggara

Amure menegaskan bahwa SEA Games seharusnya menjadi ajang yang memberikan kesempatan kompetisi secara luas bagi cabang olahraga yang berkembang di negara-negara Asia Tenggara. Penentuan cabang pertandingan, menurutnya, tidak semestinya hanya mempertimbangkan kepentingan sebagai tuan rumah, tetapi juga memperhatikan pembinaan dan potensi atlet kawasan.

“Kalau kita melihat di kampus-kampus, panjat tebing ini sangat populer. Banyak mahasiswa yang menggemarinya dan menjadikannya sebagai kegiatan olahraga sekaligus wadah prestasi. Artinya, basis penggemar dan regenerasi atletnya sangat nyata,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kompetisi internasional seperti SEA Games memiliki peran penting dalam membangun jenjang pembinaan atlet. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi, termasuk Asian Games dan Olimpiade.

“SEA Games adalah pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara. Semestinya ada semangat untuk memberikan ruang kompetisi seluas-luasnya bagi cabang olahraga yang berkembang di kawasan ini. Jangan sampai cabang olahraga yang punya prestasi dan penggemar justru kehilangan panggung,” katanya.

Menurut Amure, terbatasnya ruang kompetisi dapat memengaruhi perkembangan atlet, terutama dalam menjaga motivasi dan meningkatkan kemampuan melalui pertandingan berjenjang.

“Jangan hanya melihat dari sisi penyelenggaraan atau kepentingan tuan rumah. Pikirkan juga masa depan atlet. Mereka membutuhkan kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan. Jika ruang kompetisinya semakin terbatas, tentu akan berdampak pada pembinaan dan motivasi atlet,” lanjutnya.

Amure Minta Malaysia Tinjau Ulang Daftar Cabang SEA Games 2027

Karena itu, Amure meminta Malaysia membuka ruang dialog dengan negara-negara peserta dan federasi olahraga terkait untuk membahas kembali keberadaan panjat tebing dalam SEA Games 2027.

Menurutnya, memasukkan kembali cabang tersebut bukan hanya menyangkut kepentingan Indonesia, tetapi juga memberikan kesempatan kepada atlet dari berbagai negara Asia Tenggara untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.

Ia berharap penyelenggara mempertimbangkan kontribusi panjat tebing terhadap perkembangan olahraga kawasan serta manfaatnya bagi keberlanjutan pembinaan atlet.

“Malaysia saya harap segera meninjau ulang keputusan ini. Masukkan kembali panjat tebing sebagai cabang pertandingan. Ini bukan semata-mata kepentingan Indonesia, tetapi juga kepentingan pembinaan olahraga dan kesempatan berprestasi bagi atlet-atlet Asia Tenggara,” pungkasnya (red)