JAKARTA, BERITA SENAYAN – Kepergian Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Fathan Subchi, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengenang almarhum sebagai sahabat seperjuangan sekaligus kader yang telah menorehkan perjalanan panjang dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam acara penghormatan jenazah Fathan Subchi di Kantor BPK, Jakarta, Kamis (29/10/2026) malam, Cak Imin menyebut almarhum sebagai sosok yang membanggakan. Perjalanan Fathan dari organisasi kemahasiswaan, parlemen, hingga lembaga negara menjadi bagian penting dari kiprahnya selama ini.
“Fathan adalah kebanggaan kita. Semoga Allah SWT meringankan segala urusannya, menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosanya, dan menempatkannya dalam pelukan kasih sayang-Nya. Al-Fatihah,” pungkas Muhaimin.
Fathan dikenal mengawali perjalanan organisasinya melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar PMII periode 1994–1997. Kiprahnya kemudian berlanjut dalam organisasi alumni dengan mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII).
Bagi Cak Imin, perjalanan tersebut mencerminkan kesempatan sekaligus tanggung jawab yang diperoleh seseorang untuk mengabdi lebih luas kepada masyarakat.
“Kami ini orang-orang dari kampung yang diberi kesempatan merantau ke Jakarta. Kemudian Allah memberikan kesempatan dan amanah untuk mengabdi di tingkat yang lebih tinggi, sebagai anggota legislatif, bahkan sebagai anggota BPK. Tentu ini merupakan nikmat yang luar biasa sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Dari Aktivis PMII hingga Mengemban Amanah di Lembaga Negara
Perjalanan Fathan Subchi tidak berhenti di dunia organisasi kemahasiswaan. Ia kemudian terjun ke dunia politik dan dipercaya menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi PKB selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.
Sebelum memasuki parlemen, Fathan juga pernah dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan pada 2013–2014. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di lingkungan pemerintahan dan politik nasional.
Pada periode 2024–2029, Fathan mengemban amanah sebagai Anggota VI BPK RI. Jabatan tersebut menjadi kelanjutan perjalanan kariernya di lembaga negara setelah dua periode menjadi legislator.
Selain aktif dalam politik dan pemerintahan, kiprahnya di organisasi alumni PMII memperlihatkan keterlibatannya dalam menjaga hubungan antargenerasi kader pergerakan.
Cak Imin menilai perjalanan panjang tersebut merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Ia pun mengajak keluarga besar PKB, sahabat, dan masyarakat untuk mengenang almarhum melalui doa serta menghargai pengabdian yang telah diberikan semasa hidupnya.
Cak Imin Sampaikan Terima Kasih atas Pemulangan Jenazah Fathan
Fathan Subchi wafat di Moskow, Rusia, pada Minggu (25/10/2026). Jenazah almarhum kemudian dipulangkan ke Indonesia dan disambut dalam acara penghormatan di Kantor BPK pada Kamis malam (29/10/2026). Almarhum dijadwalkan dimakamkan di Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (30/10/2026).
Cak Imin mengungkapkan bahwa dirinya mendapat amanah mewakili keluarga besar almarhum untuk menyambut kepulangan jenazah dari Moskow. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan keluarga besar BPK, PKB, Kementerian Luar Negeri, serta jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow dan Ankara yang membantu proses pemulangan.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan membantu kepulangan almarhum. Kepedulian ini sangat berarti bagi keluarga besar yang sedang berduka,” katanya.
Cak Imin berharap seluruh amal ibadah, perjuangan, dan pengabdian Fathan diterima oleh Allah SWT. Ia juga mendoakan agar almarhum mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepergian Fathan Subchi menjadi kehilangan bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan seperjuangan. Jejak pengabdiannya di PMII, PKB, DPR RI, hingga BPK menjadi bagian dari perjalanan panjang yang akan dikenang oleh orang-orang yang pernah bekerja dan berjuang bersamanya (red)

Berita terkait