JAKARTA, BERITA SENAYAN — Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Phirman Rezha, menegaskan bahwa kepengurusan AMPI yang dipimpin Jerry Sambuaga tidak akan terpengaruh oleh munculnya pihak-pihak yang mengklaim sebagai kepengurusan AMPI. Menurutnya, organisasi yang dipimpinnya lebih memilih fokus menjalankan program kerja dan memperkuat konsolidasi kader di seluruh Indonesia.
Phirman mengatakan, dinamika yang muncul di luar kepengurusan resmi tidak akan mengganggu agenda organisasi. Ia menilai energi AMPI saat ini jauh lebih penting diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata kepada Partai Golkar serta menyiapkan kader-kader muda yang berkualitas.
“Kami tidak terganggu dengan keberadaan AMPI ilegal. Fokus kami adalah menyelesaikan program kerja yang telah disusun dan memastikan seluruh agenda organisasi berjalan dengan baik,” ujar Phirman Rezha saat ditemui di Sekretariat DPP Partai Golkar, Jakarta, pada Senin (03/08)
Menurutnya, AMPI memiliki tanggung jawab besar sebagai organisasi kepemudaan Partai Golkar dalam mencetak kader-kader muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kemampuan menghadapi tantangan politik ke depan.
Phirman menegaskan bahwa seluruh jajaran DPP AMPI di bawah kepemimpinan Jerry Sambuaga dan Sekjen M. Arief Rosyid Hasan saat ini tengah berkonsentrasi menjalankan berbagai program strategis, mulai dari konsolidasi organisasi, pendidikan politik, kaderisasi, hingga memperkuat peran AMPI di tengah masyarakat.
Ia juga meminta seluruh pengurus AMPI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar tidak terpancing dengan polemik yang berkembang. Menurutnya, soliditas organisasi hanya dapat dibangun melalui kerja nyata, bukan melalui perdebatan yang tidak produktif.
“Kami mengajak seluruh kader untuk tetap solid, menjaga kekompakan, dan fokus bekerja. AMPI harus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi kekuatan utama regenerasi kepemimpinan Partai Golkar,” katanya.
Phirman menambahkan, DPP AMPI akan terus menjalankan seluruh agenda organisasi sesuai dengan garis kebijakan yang telah ditetapkan. Baginya, keberhasilan organisasi diukur dari capaian program dan manfaat yang dirasakan kader maupun masyarakat, bukan dari polemik yang berkembang di ruang publik.
“Biarkan masyarakat yang menilai mana organisasi yang benar-benar bekerja dan mana yang hanya sibuk menciptakan kegaduhan. Kami memilih bekerja, menyelesaikan program, dan terus membesarkan AMPI,” pungkasnya (red)

Berita terkait