JAKARTA, BERITA SENAYAN – Aktivis dan pengamat politik Syahganda Nainggolan melontarkan doa sekaligus sindiran politik saat tampil dalam sesi roasting pada acara Reuni Aktivis bertajuk ADK Show (Arena Demokrasi dan Kritik) di Auditorium Siaran Langsung Luar Negeri RRI Pusat, Jakarta, Minggu (26/7/2026). Di hadapan para aktivis lintas generasi, Syahganda mendoakan Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menjadi Ketua Umum Partai Golkar sebelum melangkah ke panggung politik nasional.
Meski dikemas sebagai sesi roasting, Syahganda lebih banyak menyampaikan pujian kepada Ahmad Doli yang pada hari itu genap berusia 55 tahun. Namun, ia tetap menyelipkan humor bernuansa politik yang memancing gelak tawa para hadirin.
“Kalau melihat kapasitas intelektual Ahmad Doli, bukan hal yang sulit kalau suatu saat bisa bersaing dalam kontestasi kepemimpinan Partai Golkar,” ujar Syahganda yang disambut tepuk tangan peserta acara.
Dalam kesempatan itu, Syahganda juga menyindir dinamika politik internal Golkar dengan mengaitkan persaingan tokoh-tokoh dari Sumatra dan Sulawesi yang menurutnya kerap mewarnai perjalanan politik nasional. Candaan tersebut dipahami sebagai sindiran terhadap Ketua Umum Partai Golkar saat ini, Bahlil Lahadalia.
Selain membahas politik, Syahganda membuka sesi roasting dengan menyinggung penampilan Ahmad Doli yang mengenakan kemeja berwarna pink. Ia berseloroh bahwa sebelum naik ke panggung, Bursah Zarnubi sempat berbisik kepadanya bahwa Doli terlihat seperti sedang jatuh cinta.
Candaan itu langsung disambut riuh hadirin. Syahganda kemudian menambahkan doa agar jika benar jatuh cinta, maka yang dimaksud adalah “jatuh cinta kedua kepada istrinya.”
Suasana kembali dipenuhi tawa dan tepuk tangan.
Syahganda juga mengulas perjalanan intelektual Ahmad Doli melalui sejumlah buku yang pernah ditulisnya. Menurutnya, karya-karya tersebut menunjukkan keluasan perspektif Doli dalam memandang berbagai isu kebangsaan.
Ia menilai buku tentang eko-industri memperlihatkan perhatian Ahmad Doli terhadap gagasan pembangunan alternatif, sementara buku mengenai Aksi 212 menunjukkan keberaniannya membahas dinamika gerakan Islam di Indonesia. Kedua tema itu, menurut Syahganda, kemudian dipertemukan dalam gagasan kebangsaan melalui buku Doli tentang Pancasila.
Menutup penyampaiannya, Syahganda menegaskan bahwa usia 55 tahun masih merupakan usia produktif bagi seorang politisi. Ia bahkan membandingkannya dengan Presiden Prabowo Subianto yang kini berusia 75 tahun.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta mendoakan agar Ahmad Doli lebih dahulu berhasil memimpin Partai Golkar sebelum melangkah menuju panggung politik nasional.
Sesi roasting tersebut pun berubah menjadi momen penuh keakraban, humor, dan doa yang berkali-kali disambut gelak tawa para tamu yang hadir (red)

Berita terkait