JAKARTA, BERITA SENAYAN – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan pameran sejarah dan arsip foto bertajuk “Meretas Jalan Demokrasi” di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian refleksi memperingati 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli.
Megawati tiba di lokasi sekitar pukul 15.50 WIB mengenakan busana bernuansa merah dipadukan selendang batik. Ia didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo.
Setibanya di lokasi, Megawati disambut jajaran pengurus DPP PDIP sebelum melakukan prosesi gunting pita sebagai tanda dibukanya pameran. Setelah itu, ia berkeliling ruang pameran untuk melihat berbagai koleksi arsip, foto, dan dokumentasi perjalanan demokrasi Indonesia.
Sejarawan sekaligus Kepala Badan Sejarah PDIP, Bonnie Triyana, memandu Megawati menjelaskan setiap koleksi yang dipamerkan. Salah satu yang menarik perhatian Megawati adalah foto ketika dirinya memberikan keterangan kepada wartawan usai terpilih sebagai Ketua Umum PDI pada 1993.
“Ini foto yang sangat ikonik dari perwarta foto saat itu,” ujar Bonnie saat menjelaskan koleksi tersebut.
Pameran tersebut menampilkan perjalanan sejarah Indonesia sepanjang 1965 hingga 1999, mulai dari perjalanan politik Presiden pertama RI Soekarno, kiprah politik Megawati, hingga rangkaian peristiwa Kudatuli dan Reformasi 1998.
Megawati juga tampak mengamati sejumlah foto yang memperlihatkan penyerbuan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat. Dokumentasi tersebut menggambarkan kondisi kantor partai yang mengalami kerusakan parah akibat penyerbuan pada 27 Juli 1996.
Di ruang berikutnya, Megawati menyaksikan tayangan video dokumenter mengenai Peristiwa Kudatuli. Sebelum meninggalkan lokasi, ia juga menuliskan pesan pada media akrilik yang disediakan panitia sebagai bentuk refleksi atas perjalanan demokrasi Indonesia.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian testimoni dari tiga tokoh yang menjadi pelaku sejarah Peristiwa Kudatuli.
Sebagai informasi, Peristiwa Kudatuli terjadi pada 27 Juli 1996 di Kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Insiden tersebut dipicu konflik kepengurusan PDI antara kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi yang saat itu mendapat dukungan pemerintah Orde Baru.
Berdasarkan catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), peristiwa tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia, 149 orang mengalami luka-luka, dan 23 orang dinyatakan hilang (red)

Berita terkait