JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap upaya menekan masa tunggu keberangkatan ibadah haji yang saat ini masih mencapai 30 hingga 40 tahun di sejumlah daerah.

Hal tersebut disampaikan Cucun usai memenuhi undangan Presiden Prabowo di Hambalang untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji sekaligus membahas persiapan pelaksanaan haji tahun 2026, Rabu (17/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Cucun melaporkan berbagai capaian positif penyelenggaraan haji, termasuk penurunan biaya haji yang dalam dua tahun terakhir berhasil ditekan hingga sekitar Rp6 juta per jemaah.

Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan manfaat besar bagi lebih dari 200 ribu calon jemaah haji Indonesia yang tengah menunggu giliran keberangkatan.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian Presiden Prabowo adalah panjangnya antrean haji nasional yang masih menjadi persoalan bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Presiden yang ingin agar antrean ibadah haji yang saat ini hampir mencapai 30 hingga 40 tahun dapat ditekan menjadi sekitar 26 tahun. Bahkan beliau menekankan agar upaya percepatan terus dilakukan sehingga masa tunggu bisa lebih pendek lagi,” ujar Cucun.

Selain membahas antrean, Presiden juga menerima laporan terkait perbaikan sistem keberangkatan dan keimigrasian yang dinilai semakin efektif dalam mencegah praktik keberangkatan haji ilegal.

Di sektor pelayanan, Cucun menyampaikan peningkatan kualitas fasilitas yang dirasakan langsung oleh jemaah Indonesia. Pada musim haji tahun ini, sekitar 17 ribu jemaah reguler disebut memperoleh fasilitas hotel berbintang lima yang berlokasi dekat dengan Masjidil Haram.

“Kami mendengar langsung testimoni para jemaah yang merasa sangat bersyukur karena tidak pernah membayangkan bisa melaksanakan ibadah haji dengan fasilitas hotel yang sangat baik, nyaman, dan dekat dengan tempat ibadah,” katanya.

Peningkatan pelayanan juga terlihat dari sektor konsumsi. Jika pada tahun-tahun sebelumnya menu makanan dan kualitas konsumsi sering menjadi keluhan, kini layanan tersebut mengalami perbaikan signifikan berkat penguatan kerja sama dengan syarikah penyedia layanan di Arab Saudi.

“Sekarang alhamdulillah menunya lebih variatif dan banyak jemaah yang menyampaikan kepuasan terhadap layanan konsumsi yang diberikan,” tambah Wakil Ketua Umum DPP PKB tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo meminta seluruh capaian positif dalam penyelenggaraan haji dipertahankan dan terus ditingkatkan. Sementara berbagai kekurangan yang masih ditemukan harus segera diperbaiki agar pelayanan kepada jemaah Indonesia semakin optimal.

Menurut Cucun, Presiden menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sangat bergantung pada komunikasi dan koordinasi yang kuat antarinstansi.

“Presiden meminta agar semua prestasi yang sudah baik dipertahankan dan setiap kelemahan segera diperbaiki. Modal utama dalam penyelenggaraan ibadah haji adalah komunikasi dan koordinasi lintas sektor,” pungkas Cucun.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto (red)