JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pemberian penghargaan negara kepada sejumlah pejabat di awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, mempertanyakan dasar penilaian yang digunakan negara dalam menganugerahkan penghargaan tingkat tinggi kepada pejabat publik yang masa kerjanya belum genap satu tahun.

Menurut Ginting, penghargaan negara bukan sekadar bentuk apresiasi administratif, melainkan juga simbol legitimasi politik dan penilaian moral yang diberikan negara kepada seseorang. Karena itu, proses pemberiannya harus didasarkan pada capaian yang benar-benar terukur dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik.

Ia menilai muncul kejanggalan ketika sejumlah pejabat memperoleh penghargaan negara pada Agustus 2025, saat pemerintahan Prabowo baru berjalan sekitar 10 bulan. Situasi tersebut semakin mengundang pertanyaan setelah beberapa penerima penghargaan belakangan terseret persoalan hukum maupun menuai kontroversi publik.

“Ini tidak lazim. Baru seumur jagung sudah menerima salah satu penghargaan tertinggi di republik ini,” kata Ginting, Jumat (5/6/2026).

Ginting menegaskan, dalam praktik yang lazim, penghargaan atas pengabdian dan prestasi diberikan setelah kinerja seseorang dapat dievaluasi secara menyeluruh. Karena itu, publik berhak mempertanyakan indikator yang digunakan negara dalam menilai kelayakan para penerima penghargaan tersebut.

“Jadi ketika masa kerja pemerintah Prabowo baru berjalan sekitar 10 bulan, muncul pertanyaan: prestasi apa yang sudah selesai dinilai sehingga mereka layak memperoleh penghargaan negara tingkat tinggi?” ujarnya.

Selain penghargaan sipil, Ginting juga menyoroti pemberian kenaikan pangkat kehormatan kepada sejumlah purnawirawan perwira tinggi dan tokoh tertentu. Menurutnya, negara perlu menjelaskan secara terbuka parameter yang digunakan agar tidak menimbulkan spekulasi maupun keraguan di tengah masyarakat.

“Apa ukuran kelayakannya sehingga mereka mendapatkan kenaikan pangkat kehormatan setelah sekian lama pensiun dari dinas militer?” pungkasnya (red)