JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, menghadiri puncak Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang digelar di Plaza Selatan Monas, Jakarta, Jumat malam (19/6/2026). Dalam suasana khidmat yang diiringi lantunan sholawat bersama Al-Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan ribuan Syekher Mania, Gus Muhaimin memuji gagasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang untuk pertama kalinya menggelar acara tersebut secara besar-besaran.
Menurut Gus Muhaimin, Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang dan meneruskan perjuangan para ulama, habaib, masyayikh, guru, serta tokoh yang telah berjasa membangun Jakarta dan Indonesia.
“Ide ini sangat luar biasa. Insyaallah dengan ide ini, Pak Gubernur semakin berkah dan sukses memimpin kita semua,” ujar Gus Muhaimin.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sangat bersejarah karena menjadi wadah untuk menghormati jasa para ulama dan habaib yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan bangsa.
“Kita semua bersyukur atas gagasan pertama kali Pak Gubernur menyelenggarakan Haul Akbar. Sangat akbar, karena yang kita hauli adalah para habaib, para masyayikh, para guru, para pahlawan, dan para tokoh yang berjasa besar membangun Jakarta, membangun umat, dan membangun masyarakat sehingga Jakarta sampai hari ini tetap kuat dan kokoh,” katanya.
Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat itu menegaskan bahwa sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran para ulama dan habaib yang sejak sebelum kemerdekaan telah menjadi penggerak pendidikan, dakwah, perjuangan kebangsaan, dan penguatan moral masyarakat.
“Bangsa ini dibangun jauh sebelum kemerdekaan oleh para ulama dan para habaib. Karena itu, ide ini sangat luar biasa. Insya Allah dengan ide ini Pak Gubernur semakin berkah dan sukses memimpin kita semua,” tegasnya.
Acara puncak Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi berlangsung khusyuk dengan rangkaian pembacaan maulid, sholawat, doa bersama, serta tausiyah yang mengajak umat untuk menjaga warisan perjuangan para ulama dalam memperkuat persatuan bangsa.
Kehadiran ribuan jamaah dan Syekher Mania di kawasan Monas menjadi bukti kuatnya kecintaan masyarakat terhadap para ulama dan habaib, sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi keagamaan tetap menjadi bagian penting dari identitas Jakarta dan Indonesia (red)

Berita terkait