JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Zulkifli Hasan menyampaikan duka mendalam atas wafatnya salah satu pendiri Partai Amanat Nasional, Abdillah Toha Assegaf, pada usia 84 tahun, Selasa (26/5/2026).

Zulkifli Hasan atau Zulhas mengenang Abdillah Toha sebagai sosok intelektual dan tokoh reformasi yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan demokrasi Indonesia, khususnya dalam membangun PAN sejak era reformasi 1998.

“Turut berduka cita atas wafatnya tokoh bangsa Almarhum Abdillah Toha Assegaf. Kami menghaturkan dedikasi dan penghormatan setinggi-tingginya atas segala ilmu, pemikiran dan bimbingan yang telah beliau curahkan semasa hidup,” ujar Zulhas.

Menurut Menteri Perdagangan tersebut, Abdillah Toha merupakan figur yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan masyarakat melalui jalur politik, pemikiran keislaman, hingga dunia literasi.

Zulhas juga mendoakan agar seluruh amal ibadah dan perjuangan almarhum diterima di sisi Allah SWT. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi kepergian tokoh bangsa tersebut.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal jariyah dan perjuangan beliau, mengampuni segala kekhilafannya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kekuatan,” katanya.

Semasa hidup, Abdillah Toha dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam gelombang reformasi 1998. Bersama Amien Rais dan sejumlah tokoh nasional lainnya, ia ikut mendirikan PAN sebagai partai politik yang membawa semangat reformasi dan demokrasi.

Selain aktif di dunia politik, Abdillah Toha juga dikenal sebagai penulis dan pemikir Islam moderat. Ia tercatat pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004–2009 dan sempat menjabat Ketua Fraksi PAN di parlemen.

Lulusan Australian National University itu juga berkontribusi dalam dunia literasi nasional melalui pendirian penerbit Mizan yang dikenal luas di Indonesia (red)