JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Hindun Anisah, mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban menjelang Idul Adha, dengan tidak hanya mempertimbangkan harga dan ukuran semata.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam memastikan kualitas dan keamanan hewan kurban, di tengah potensi peredaran ternak yang tidak memenuhi standar kesehatan.

“Masyarakat harus lebih bijak. Jangan hanya melihat harga dan ukuran, tetapi pastikan hewan tersebut sehat, tidak cacat, dan sesuai syariah,” ujar Hindun di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan, hewan kurban yang tidak sehat tidak hanya berisiko bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi keabsahan ibadah kurban itu sendiri.

Selain itu, Hindun juga mengingatkan adanya ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih mengintai populasi ternak seperti sapi, kambing, dan domba. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas daging dan mengganggu distribusi hewan kurban.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah melalui dinas terkait agar memperketat pengawasan di pasar hewan serta memastikan setiap ternak yang dijual memiliki surat keterangan sehat dari dokter hewan.

Politisi PKB itu juga menilai pengawasan distribusi ternak antar daerah perlu diperkuat guna mencegah penyebaran penyakit secara lebih luas.

“Pemerintah harus hadir memastikan hewan kurban yang beredar benar-benar layak, sehat, dan aman dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Hindun menambahkan, ibadah kurban tidak hanya soal jumlah hewan yang disembelih, tetapi juga menyangkut kualitas, kesehatan, dan kepatuhan terhadap syariat.

“Ini bukan sekadar ibadah simbolik, tapi juga soal tanggung jawab menjaga kesehatan dan keselamatan bersama,” pungkasnya (red)