JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Iman Sukri, meminta pemerintah segera menerbitkan travel warning atau peringatan bepergian bagi Warga Negara Indonesia (WNI) ke wilayah konflik di Timur Tengah.
Desakan tersebut disampaikan menyusul serangan kelompok Houthi terhadap kapal kargo MV Tihamah di kawasan Bab el-Mandeb, Yaman, yang menewaskan satu WNI dan melukai sejumlah awak kapal pada Selasa (11/8/2026).
“Kami berduka cita atas meninggalnya satu WNI akibat serangan terhadap kapal MV Tihamah di Yaman. Kami meminta pemerintah segera mengeluarkan travel warning ke Yaman dan wilayah konflik lain di Timur Tengah bagi WNI mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut semakin berisiko,” kata Iman di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Kapal MV Tihamah diketahui diawaki 11 orang, terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI. Berdasarkan laporan yang diterima, serangan tersebut menewaskan empat awak kapal, yakni tiga warga Pakistan dan satu WNI.
Keselamatan WNI Harus Jadi Prioritas Negara
Iman menilai eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah perairan, semakin meningkatkan risiko terhadap keselamatan warga sipil. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Serangan terhadap kapal sipil menunjukkan risiko nyata bagi WNI, baik yang bekerja sebagai awak kapal maupun yang melakukan perjalanan ke kawasan tersebut,” ujarnya.
Politikus PKB asal Jawa Timur itu mengatakan penerbitan travel warning bukan semata-mata bentuk larangan bepergian. Kebijakan tersebut merupakan langkah preventif negara untuk memberikan peringatan kepada masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan di wilayah konflik.
Menurut Iman, situasi keamanan di sejumlah kawasan strategis Timur Tengah masih sangat dinamis sehingga pemerintah perlu memperbarui informasi dan peringatan perjalanan secara berkala.
“Apalagi saat ini situasi di Selat Hormuz maupun perairan di wilayah Timur Tengah kian memanas seiring konflik AS-Israel yang tak kunjung berakhir,” katanya.
Kemlu Diminta Segera Urus Korban WNI
Selain meminta penerbitan travel warning, Iman mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan perhatian penuh kepada WNI yang menjadi korban serangan.
Ia meminta pemerintah memastikan korban yang terluka mendapatkan perawatan dan pendampingan, sementara jenazah WNI yang meninggal dunia segera dipulangkan ke Indonesia.
“Kami meminta pemerintah memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi, baik perawatan bagi WNI yang terluka, pendampingan bagi yang selamat, maupun proses pemulangan jenazah ke Indonesia,” tegasnya.
Iman menekankan negara memiliki kewajiban untuk memastikan hak-hak WNI yang terdampak konflik maupun serangan bersenjata tetap terpenuhi.
“Negara harus hadir dan memastikan hak-hak WNI yang menjadi korban terpenuhi,” pungkas legislator PKB tersebut (red)

Berita terkait