JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi laut menyusul kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Menurutnya, tragedi yang menewaskan lima penumpang itu harus menjadi momentum pembenahan total standar keselamatan pelayaran nasional.

Sudjatmiko mengawali pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berharap seluruh korban yang meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara para korban selamat dapat segera pulih.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kepada para korban yang selamat, semoga segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Sudjatmiko.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi sektor infrastruktur dan transportasi, Sudjatmiko menilai kecelakaan laut tidak boleh terus berulang. Ia mendesak agar penyebab kebakaran diusut melalui investigasi yang menyeluruh, transparan, dan independen.

“Kecelakaan transportasi laut tidak boleh terus berulang. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Saya meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan independen agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara objektif, sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap kelaikan kapal, standar operasional, prosedur keselamatan, hingga sistem pengawasan yang dilakukan regulator,” tegasnya.

Sudjatmiko juga mengapresiasi kerja cepat Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, nelayan, dan seluruh unsur SAR gabungan yang berhasil mengevakuasi ratusan penumpang dalam kondisi darurat.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam meminimalkan jumlah korban pada musibah tersebut.

“Saya mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme seluruh personel Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, serta semua pihak yang terlibat. Respons cepat mereka menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi keselamatan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Sudjatmiko menyoroti pentingnya penguatan sistem proteksi kebakaran di seluruh kapal penumpang. Ia meminta Kementerian Perhubungan mengevaluasi kesiapan sistem deteksi dini, sprinkler, pompa kebakaran, hingga fire main system yang memanfaatkan air laut sebagai sumber pemadaman.

Menurutnya, keberadaan alat pemadam api portabel tidak cukup apabila tidak didukung sistem pemadam tetap yang mampu menjangkau seluruh bagian kapal. Selain itu, simulasi keadaan darurat dan peningkatan kompetensi awak kapal juga harus dilakukan secara berkala.

“Keselamatan pelayaran tidak boleh hanya bergantung pada keberanian kru saat menghadapi musibah, tetapi harus ditopang oleh sistem keselamatan yang modern, andal, serta memenuhi standar nasional maupun internasional. Pencegahan harus menjadi prioritas utama agar setiap kapal memiliki kemampuan merespons kebakaran sejak dini sebelum api membesar,” ujarnya.

Sudjatmiko menegaskan Komisi V DPR RI akan mengawal proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Kementerian Perhubungan. Pengawasan tersebut mencakup evaluasi terhadap operator kapal, kepatuhan terhadap standar keselamatan, akurasi data manifes penumpang, hingga penguatan sistem pengawasan transportasi laut.

“Tragedi ini harus menjadi titik balik pembenahan keselamatan transportasi laut Indonesia. Negara harus memastikan setiap masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan melalui pengawasan yang lebih ketat, penegakan regulasi yang konsisten, serta penguatan kapasitas lembaga penyelamatan dan seluruh sistem keselamatan pelayaran nasional,” pungkasnya (red)