SURABAYA, BERITA SENAYAN – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI turun langsung ke Jawa Timur untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD). Wakil Ketua Banggar DPR RI Jazilul Fawaid menegaskan langkah tersebut dilakukan agar pemerintah pusat mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran.
Kunjungan kerja Banggar DPR RI digelar di Surabaya, Kamis (16/7/2026), dengan menghadirkan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, para bupati dan wali kota se-Jawa Timur, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Bank Indonesia, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, hingga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Menurut Jazilul Fawaid, dialog langsung dengan pemerintah daerah menjadi cara paling efektif untuk memperoleh gambaran riil mengenai pelaksanaan Transfer ke Daerah, baik dari sisi pencairan maupun penggunaan anggaran.
“Kami juga ingin melihat dan mendengar secara langsung bagaimana penerapan TKD di Provinsi Jawa Timur. Apa saja persoalan yang dihadapi oleh pemerintah daerah, selama proses pencairannya maupun dalam penggunaan anggarannya,” kata Jazilul.
Ketua Fraksi PKB DPR RI itu menjelaskan, evaluasi terhadap pelaksanaan TKD sangat penting agar kebijakan fiskal pemerintah benar-benar mampu mendukung pembangunan di daerah.
Ia menilai kehadiran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dalam forum tersebut menjadi kesempatan strategis untuk mempertemukan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah dengan kebijakan pemerintah pusat sehingga solusi dapat segera dirumuskan.
Selain membahas transfer anggaran, Jazilul juga menyoroti kinerja ekonomi Jawa Timur yang kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Triwulan I-2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen (year on year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen (year on year).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur tetap menjadi salah satu penyangga utama perekonomian Indonesia karena memiliki struktur ekonomi yang kuat.
“Potensi ini menjadikan Jawa Timur sebagai daerah penyangga perekonomian nasional,” ujarnya.
Jazilul menyebut kekuatan ekonomi Jawa Timur didukung oleh sektor industri pengolahan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan yang saling menopang sehingga mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap tinggi.
Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui terjaganya daya beli.
“Sebagai provinsi yang memiliki basis industri dan pertanian yang besar, kita berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik,” tuturnya.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Banggar DPR RI berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan otoritas fiskal dapat semakin kuat sehingga kebijakan Transfer ke Daerah mampu berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat (red)

Berita terkait