JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB Eva Monalisa menilai belum adanya standar nasional valuasi kekayaan intelektual (KI) menjadi penghambat utama perluasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis KI. Menurutnya, selama nilai ekonomi aset intelektual belum memiliki acuan yang kredibel, perbankan akan terus ragu menyalurkan pembiayaan kepada pelaku ekonomi kreatif.
Eva menegaskan pemerintah harus segera menyusun standar nasional valuasi aset tidak berwujud seperti hak cipta, paten, merek, dan desain kreatif agar karya intelektual dapat diakui sebagai jaminan pembiayaan.
“Indonesia membutuhkan standar nasional valuasi kekayaan intelektual agar perbankan memiliki acuan yang kredibel dalam menyalurkan pembiayaan,” ujar Eva Monalisa di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, selama ini pelaku ekonomi kreatif memiliki potensi bisnis besar, tetapi sulit memperoleh akses modal karena aset yang dimiliki tidak dapat dinilai secara objektif oleh lembaga keuangan.
Ia menilai kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha kreatif kehilangan kesempatan mengembangkan usahanya meski memiliki produk dan karya yang bernilai tinggi.
Selain itu, Eva meminta pemerintah segera menghadirkan skema penjaminan maupun asuransi berbasis kekayaan intelektual untuk mengurangi risiko pembiayaan di sektor ekonomi kreatif.
“Pemerintah perlu mempercepat pembentukan skema penjaminan maupun asuransi berbasis kekayaan intelektual. Dengan demikian, risiko lembaga keuangan dapat ditekan tanpa mengurangi kesempatan pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses pembiayaan,” tegasnya.
Legislator PKB asal Jawa Tengah itu juga mengingatkan bahwa dukungan modal harus diiringi pembinaan usaha secara berkelanjutan. Menurutnya, pelaku ekonomi kreatif membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan bisnis, transformasi digital, hingga perluasan akses pasar agar pembiayaan benar-benar mampu mendorong usaha naik kelas.
Eva berharap pemerintah menjadikan penguatan ekosistem pembiayaan ekonomi kreatif sebagai agenda nasional sehingga industri kreatif dapat berkembang menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia (red)

Berita terkait