JAKARTA, BERITA SENAYAN – Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPP HNSI) menyambut positif kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan harga khusus Bahan Bakar Minyak (BBM) solar sebesar Rp15.000 per liter bagi nelayan pemilik kapal berkapasitas 30 hingga 200 Gross Ton (GT). Kebijakan tersebut dinilai menjadi terobosan penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.
Ketua DPD HNSI Jawa Tengah, Riswanto, mengatakan keputusan pemerintah memberikan harga khusus BBM merupakan angin segar bagi nelayan yang selama ini terbebani tingginya biaya operasional melaut.
Menurutnya, BBM merupakan komponen biaya terbesar dalam aktivitas penangkapan ikan. Karena itu, penurunan harga solar diyakini akan meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat daya saing nelayan, sekaligus berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah menghadirkan kebijakan konkret untuk meringankan beban biaya operasional nelayan. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas penangkapan ikan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia,” ujar Riswanto kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Riswanto menilai kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan nyata Presiden Prabowo terhadap sektor kelautan dan perikanan yang selama ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
“Bagi HNSI, kebijakan ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo dalam memberikan perhatian terhadap sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan nasional serta penggerak ekonomi masyarakat pesisir,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua DPD HNSI Sulawesi Selatan, Andi Iwan Aras, berharap implementasi kebijakan tersebut dapat berjalan efektif di seluruh wilayah Indonesia.
Ia meminta pemerintah memastikan pasokan BBM tersedia, akses nelayan terhadap solar bersubsidi semakin mudah, serta pengawasan dilakukan secara ketat agar bantuan benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak.
“Kami selaku pengurus HNSI menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal berbagai program yang berpihak kepada nelayan, demi terwujudnya nelayan yang lebih sejahtera, produktif, dan berdaya saing,” ujar Andi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan memberikan harga khusus BBM solar sebesar Rp15.000 per liter bagi pelaku usaha perikanan dengan kapal berukuran 30 GT hingga 200 GT. Keputusan tersebut diambil dalam rapat bersama para menteri bidang ekonomi di Hambalang, Bogor, Senin (13/7/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan harga khusus itu diberikan karena sebelumnya harga BBM nonsubsidi sempat mencapai sekitar Rp21.300 per liter, sehingga dinilai memberatkan pelaku usaha perikanan.
Pemerintah menetapkan subsidi sekitar Rp3.600 per liter dengan sumber pendanaan berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap biaya operasional nelayan dapat ditekan sehingga produktivitas penangkapan ikan meningkat dan ekonomi sektor perikanan nasional semakin kuat (red)

Berita terkait