JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, meminta otoritas pasar modal memanfaatkan perpanjangan evaluasi status pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) hingga November 2026 sebagai momentum mempercepat reformasi bursa. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.

Marwan menegaskan, keputusan MSCI tidak seharusnya dipandang sebagai kabar buruk, melainkan menjadi dorongan agar seluruh pemangku kepentingan segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pasar modal.

“Keputusan MSCI ini jangan dilihat sebagai hambatan, melainkan sebagai cambuk dan alarm keras bagi kita semua. Ini adalah momentum berharga bagi bursa kita untuk berbenah total,” ujar Marwan Jafar di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut mantan Menteri Desa itu, reformasi harus difokuskan pada peningkatan transparansi kepemilikan saham, penguatan ketentuan porsi saham publik (free float), hingga penyempurnaan sistem pelaporan transaksi agar sesuai dengan standar internasional.

Marwan juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk tidak menunda implementasi berbagai agenda reformasi yang telah dirancang.

Ia menilai, perkembangan reformasi tersebut harus disampaikan secara berkala kepada publik dan investor sehingga setiap kemajuan dapat diukur secara objektif menjelang evaluasi akhir MSCI pada November 2026.

“Otoritas pasar modal wajib menyampaikan indikator capaian reformasi ini secara berkala kepada publik dan investor. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola business as usual,” tegas legislator asal Jawa Tengah itu.

Marwan menambahkan, Komisi XI DPR RI akan mengawal proses pembenahan tersebut melalui fungsi pengawasan. Dalam waktu dekat, Komisi XI bersama OJK dan Kementerian Keuangan akan mengevaluasi efektivitas regulasi pasar modal, termasuk aspek keterbukaan informasi, tata kelola emiten, pengawasan terhadap praktik manipulasi pasar, serta harmonisasi kebijakan dengan ekosistem keuangan global.

Menurutnya, pasar modal merupakan salah satu fondasi utama kepercayaan investasi nasional. Karena itu, regulasi yang kuat dan tata kelola yang transparan menjadi syarat penting agar Indonesia mampu meningkatkan kredibilitas di mata investor internasional.

“Pasar modal adalah salah satu pilar utama yang menopang kepercayaan investasi di Indonesia. Komisi XI akan memastikan regulasi kita memiliki taring yang kuat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah volatilitas global saat ini,” pungkas Marwan (red)