JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera menuntaskan persoalan data ganda penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ditemukan sekitar 6 juta data penerima yang tercatat lebih dari satu kali. Menurutnya, pembenahan data menjadi langkah mendesak agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto benar-benar menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan.
Zainul menilai temuan tersebut menjadi sinyal masih lemahnya sinkronisasi data antarlembaga yang berpotensi menghambat efektivitas penyaluran bantuan. Karena itu, ia meminta BGN segera melakukan pemutakhiran dan verifikasi data secara menyeluruh.
“Temuan 6 juta data ganda penerima MBG harus segera ditindaklanjuti secara serius. Data ganda menunjukkan masih adanya ketidaksinkronan basis data antarlembaga yang berpotensi membuat penyaluran program tidak tepat sasaran. Kami meminta BGN segera melakukan pemutakhiran dan verifikasi data secara menyeluruh agar tidak ada lagi penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali,” ujar Zainul di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, validasi data tidak hanya bertujuan menghapus penerima ganda, tetapi juga membuka ruang agar anggaran negara dapat dialihkan kepada anak-anak yang hingga kini belum menikmati manfaat Program MBG.
Zainul menegaskan, persoalan administrasi tidak boleh menjadi penyebab masih adanya anak-anak yang berhak justru terlewat dari program pemenuhan gizi nasional tersebut.
“Temuan ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola data penerima MBG. Jangan sampai masih ada anak yang membutuhkan program MBG ini tapi malah belum tersentuh program ini sama sekali,” tegasnya.
Legislator PKB itu memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Menurutnya, daerah-daerah tersebut masih menghadapi tantangan kerawanan pangan, tingginya angka stunting, keterbatasan akses makanan bergizi, serta kondisi ekonomi masyarakat yang belum merata.
Karena itu, ia menilai perbaikan data penerima akan memperluas jangkauan program sehingga lebih banyak anak di wilayah 3T dapat memperoleh manfaat MBG.
“Jangan sampai ada anak yang terlewat hanya karena persoalan administrasi. Dengan menutup celah data ganda, pemerintah memiliki ruang untuk memperluas cakupan penerima manfaat sehingga semakin banyak anak, khususnya di daerah 3T, dapat menikmati Program MBG,” katanya.
Zainul menambahkan, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah, tetapi juga bergantung pada akurasi dan integrasi data penerima manfaat.
Ia menegaskan, pembenahan basis data harus menjadi prioritas agar program strategis nasional tersebut berjalan lebih adil, efektif, dan tepat sasaran.
“Program unggulan Presiden Prabowo ini harus benar-benar mampu menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan. Perbaikan data bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah penting untuk memastikan keadilan, efektivitas, dan pemerataan manfaat program di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Diketahui, data ganda penerima MBG ditemukan pada siswa SMP/MTs yang tercatat sebagai penerima manfaat di dua instansi berbeda, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Temuan tersebut menjadi dasar perlunya integrasi data antarkementerian agar penyaluran Program MBG semakin akurat dan tepat sasaran (red)

Berita terkait