JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Ratna Juwita Sari, menagih komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah yang dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
Pernyataan itu disampaikan menyusul temuan lautan sampah yang menutupi sejumlah kawasan di Ibu Kota, salah satunya di Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara. Ratna menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum tertangani secara menyeluruh.
“Darurat sampah bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Ini berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat, kesehatan publik, serta jaminan lingkungan yang bersih, aman, dan layak bagi generasi mendatang,” ujar Ratna di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Politisi PKB itu mengatakan, fenomena lautan sampah yang kembali muncul merupakan indikasi bahwa persoalan tata kelola sampah masih menyimpan masalah mendasar yang belum terselesaikan.
“Temuan lautan sampah ini seperti fenomena gunung es. Yang terlihat hanya sebagian kecil, sementara persoalan mendasar terkait tata kelola sampah masih belum terselesaikan,” tegasnya.
Ratna juga menyoroti kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang dinilai sudah berada dalam kondisi darurat. Menurutnya, pemerintah harus segera menyiapkan strategi jangka panjang dan tidak hanya mengandalkan pemindahan sampah ke tempat pembuangan akhir.
“Bantar Gebang juga berada dalam kondisi darurat. Paradigma pengelolaan sampah harus berubah secara menyeluruh,” katanya.
Sekretaris DPP PKB Bidang Sumber Daya Alam itu menekankan bahwa sampah seharusnya tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi apabila dikelola dengan baik.
“Kita harus mendorong perubahan cara pandang bahwa sampah ternyata bisa menjadi cuan, bisa diolah menjadi energi, membuka lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.
Ratna pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya laten sampah yang dapat memicu pencemaran lingkungan, banjir, hingga berbagai penyakit.
“Jika kita abai hari ini, maka biaya lingkungan dan sosial yang harus dibayar di masa depan akan jauh lebih besar,” pungkasnya (red)

Berita terkait