CIREBON, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B. Kady. menyoroti alternatif pembiayaan non-APBN untuk mempercepat penanganan perlintasan sebidang kereta api di Kota Cirebon, Jawa Barat. Salah satu skema yang dinilai potensial adalah pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak.

Menurut Hamka, tingginya jumlah titik rawan kecelakaan di perlintasan sebidang membutuhkan solusi cepat dan tidak semata bergantung pada anggaran negara. Oleh karena itu, kolaborasi pendanaan dinilai menjadi opsi realistis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur keselamatan.

“Kami mencoba memberikan ruang anggaran untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu, baik yang bersumber dari APBN, CSR maupun sumber pendanaan lainnya,” ujar Hamka saat kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Stasiun Cirebon, Kamis (18/6/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, mengingat masih sering terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang yang belum memiliki sistem pengamanan memadai.

Ia menjelaskan, selain pembangunan underpass dan flyover, pemasangan palang pintu otomatis juga tetap menjadi solusi utama jangka pendek yang harus dipercepat implementasinya di seluruh titik rawan.

Komisi V DPR RI bersama pemerintah juga disebut telah mengidentifikasi sejumlah skema penanganan melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk pemetaan prioritas lokasi yang paling rawan kecelakaan.

Hamka menilai keterlibatan sektor swasta melalui CSR dapat mempercepat penyelesaian masalah yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaannya harus tetap mengikuti standar keselamatan yang ketat dan terukur.

Selain aspek pendanaan, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan dan keberadaan petugas penjaga perlintasan sebagai faktor kunci pencegahan kecelakaan, terutama di lokasi yang belum sepenuhnya otomatis.

Dengan kombinasi pendanaan APBN, CSR, dan partisipasi berbagai pihak, Komisi V DPR RI berharap penyelesaian perlintasan sebidang di Cirebon dapat dipercepat sehingga risiko kecelakaan bisa ditekan secara signifikan dan aktivitas masyarakat menjadi lebih aman (red)