JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan pemerintah agar tidak terlalu fokus pada pembangunan sarana dan prasarana dalam penyusunan anggaran pendidikan tahun 2027. Menurutnya, peningkatan kualitas guru dan mutu peserta didik harus menjadi prioritas yang sama pentingnya dengan pembangunan fisik sekolah.
Pernyataan itu disampaikan Lalu Hadrian saat menanggapi kebijakan pemerintah yang menaikkan tunjangan guru ASN dan non-ASN. Meski mengapresiasi langkah tersebut, ia menilai masih banyak persoalan pendidikan yang memerlukan perhatian serius.
“Jangan lupa, kita masih punya pekerjaan rumah untuk meningkatkan kesejahteraan para guru, kemudian meningkatkan mutu para siswa dan guru. Program peningkatan kualitas guru juga belum tercantum dalam pagu indikatif anggaran 2027,” ujar Lalu Hadrian.
Menurut legislator asal NTB II tersebut, postur pagu indikatif pendidikan tahun 2027 menunjukkan fokus yang cukup besar pada pembangunan fasilitas pendidikan. Padahal, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh gedung dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas tenaga pengajar dan hasil belajar siswa.
Guru dan Siswa Harus Jadi Prioritas
Lalu Hadrian menegaskan bahwa pembangunan sekolah dan fasilitas pendidikan memang diperlukan, namun tidak boleh mengesampingkan investasi pada sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa peningkatan kualitas guru akan berdampak langsung pada kualitas lulusan pendidikan nasional.
“Kami mengingatkan, selain meningkatkan sarana dan prasarana, kesejahteraan guru tidak boleh terabaikan. Peningkatan mutu siswa dan peningkatan kualitas guru juga tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan program pengembangan kompetensi guru mendapat alokasi yang memadai dalam anggaran pendidikan mendatang.
DPR Akan Bedah Anggaran Pendidikan 2027
Komisi X DPR RI, lanjut Lalu Hadrian, akan melakukan pembahasan lebih mendalam terhadap pagu indikatif anggaran pendidikan 2027. Tujuannya agar seluruh kebutuhan dasar pendidikan, baik yang berkaitan dengan infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia, dapat terakomodasi secara seimbang.
Ia menilai kebijakan kenaikan tunjangan guru merupakan langkah positif, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya solusi dalam memperbaiki sektor pendidikan nasional.
“Kami akan membahas pagu indikatif ini dan mencari solusi agar kebutuhan dasar pendidikan bisa cepat teratasi,” pungkas Lalu Hadrian.
Dengan sorotan tersebut, DPR mengingatkan pemerintah agar anggaran pendidikan tidak hanya menghasilkan bangunan baru, tetapi juga mampu melahirkan guru yang lebih kompeten dan siswa yang lebih berkualitas (red)

Berita terkait