KENDARI, BERITA SENAYAN – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo, Herman, angkat bicara terkait polemik yang muncul menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO periode 2026–2030. Herman mempertanyakan tudingan konflik kepentingan yang diarahkan kepadanya setelah memutuskan maju sebagai salah satu calon rektor.

Menurut Herman, tuduhan tersebut tidak berdasar karena dirinya bahkan tidak berada di Indonesia selama tahapan awal Pilrek berlangsung. Saat ini, ia tengah menjalankan ibadah haji dan mengambil cuti resmi sejak pertengahan Mei hingga akhir Juni 2026.

“Saya saat ini sedang cuti untuk melaksanakan ibadah haji sejak 12 Mei hingga 24 Juni. Jadi sejak proses pendaftaran dan tahapan lainnya berlangsung, saya tidak berada di Indonesia. Jangankan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan UHO, untuk kepentingan pribadi saya sebagai calon saja tidak ada aktivitas apa pun. Jadi di mana letak konflik kepentingannya?” tegas Herman.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai kritik yang mempertanyakan keikutsertaannya dalam kontestasi Pilrek saat masih menjabat sebagai Plt Rektor.

Herman menjelaskan bahwa selama menjalankan ibadah haji, dirinya tidak terlibat dalam aktivitas kampanye maupun kegiatan yang berkaitan dengan proses pemilihan rektor. Karena itu, ia menilai tudingan adanya penyalahgunaan kewenangan tidak memiliki dasar yang kuat.

Lebih lanjut, Herman mengungkapkan alasan lain yang membuat dirinya memutuskan ikut dalam kontestasi Pilrek. Menurutnya, langkah tersebut justru untuk menjaga netralitas dan menghindari munculnya persepsi keberpihakan kepada kandidat tertentu.

“Salah satu alasan saya maju sebagai calon adalah untuk tetap menjaga posisi netral. Sebab, apabila sejak awal saya menyatakan tidak mencalonkan diri, hampir seluruh bakal calon tentu akan berharap mendapatkan dukungan saya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Ia menilai posisi Plt Rektor yang tidak mencalonkan diri berpotensi memunculkan tarik-menarik dukungan dari para kandidat. Karena itu, ia memilih mengikuti proses yang tersedia dan menyerahkan seluruh penilaian kepada mekanisme resmi yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Sekjen Visioner Indonesia, Akril Abdillah, juga menegaskan bahwa tidak ada aturan yang mewajibkan seorang Plt Rektor mengundurkan diri sebelum mengikuti Pilrek.

Menurut organisasi tersebut, fokus utama sivitas akademika seharusnya diarahkan pada kualitas gagasan, rekam jejak, dan kapasitas kepemimpinan para kandidat, bukan pada polemik yang tidak memiliki landasan hukum yang jelas.

Herman sendiri memilih tidak larut dalam perdebatan yang berkembang. Ia menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah menunaikan ibadah haji hingga selesai.

“Terima kasih. Saat ini saya hanya fokus menjalankan ibadah haji,” pungkasnya.

Pilrek UHO periode 2026–2030 menjadi salah satu agenda penting yang mendapat perhatian luas dari sivitas akademika. Proses tersebut diharapkan berjalan transparan, demokratis, dan menghasilkan pemimpin terbaik untuk membawa UHO semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional (red)