JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Marwan Dasopang, mengingatkan tingginya risiko kelelahan jamaah saat fase puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). DPR meminta pemerintah dan otoritas Arab Saudi memperkuat antisipasi demi menjaga keselamatan jamaah Indonesia.
Menurut Marwan, fase Armuzna menjadi titik paling berat dalam seluruh rangkaian ibadah haji karena jamaah harus menjalani mobilitas tinggi di tengah cuaca panas dan kepadatan jutaan manusia.
“Nanti tanggal 27 itu puncak kelelahan jemaah, berjalan dari tenda Mina menuju Jamarat lalu kembali lagi. Di situ biasanya angka kematian meningkat karena kelelahan,” ujar Marwan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, meski penyelenggaraan haji 2026 sejauh ini masih berjalan sesuai rencana, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan berbagai persoalan besar kerap muncul saat fase Armuzna dimulai.
Karena itu, Timwas Haji DPR menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah darurat dan skenario alternatif, khususnya terkait transportasi jamaah dari Muzdalifah menuju Mina.
“Kalau busnya tidak ada bagaimana kita cari alternatif. Kalau bus macet dari Muzdalifah menuju Mina bagaimana caranya. Ini yang mau kita rumuskan,” katanya.
Marwan menuturkan laporan awal Timwas DPR di Arab Saudi menunjukkan pelayanan dasar seperti hotel, konsumsi, dan pengelompokan jamaah masih berjalan cukup baik. Namun, DPR tetap menemukan beberapa catatan lapangan, termasuk dugaan penyimpangan tarif layanan kursi roda bagi jamaah yang membutuhkan bantuan mobilitas.
“Ada beberapa layanan yang dianggap mungkin menyimpang, misalnya pemakaian tarif kursi roda bagi jemaah yang membutuhkan, tapi secara umum pelayanan masih sesuai perencanaan,” ujarnya.
Politisi PKB itu menegaskan keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran keberangkatan jamaah menuju Tanah Suci, tetapi juga kemampuan pemerintah menjamin keselamatan jamaah saat menjalani puncak ibadah.
Ia menambahkan perhatian khusus perlu diberikan kepada jamaah lanjut usia dan jamaah berisiko tinggi yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan selama fase Armuzna.
“Sesungguhnya perjalanan ibadah haji itu puncaknya Armuzna. Di situlah haji,” pungkas Marwan (red)

Berita terkait