JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat tidak bisa dibatasi oleh ruang lingkup kerja masing-masing komisi di DPR RI. Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas komisi sebagai solusi untuk mempercepat penyaluran program yang benar-benar dibutuhkan rakyat.

Menurut Adde Rosi, pendekatan tersebut diwujudkan melalui konsep “Tukar Program” bersama Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar, Alien Mus. Kolaborasi itu memungkinkan program pendidikan dan sektor pertanian disesuaikan dengan kebutuhan daerah pemilihan masing-masing.

“Aspirasi masyarakat tidak mengenal sekat pembatas. Demi memperjuangkan kebutuhan warga di Lebak dan Pandeglang, sinergi dan kolaborasi adalah kunci utamanya,” tulis Adde Rosi dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Sebagai anggota Komisi X, Adde Rosi selama ini fokus memperjuangkan beasiswa, peningkatan kualitas pendidikan, rehabilitasi sekolah, hingga dukungan bagi tenaga pendidik. Namun, hasil dialog dengan masyarakat menunjukkan persoalan di daerah pemilihannya juga didominasi kebutuhan sektor pertanian.

Karena itu, ia menjalin komunikasi dengan Alien Mus yang bertugas di Komisi IV DPR RI. Dari komunikasi tersebut lahir kesepakatan untuk saling menyelaraskan alokasi program sesuai karakteristik wilayah.

“Alhamdulillah, saya punya banyak teman di sana, salah satunya Ibu Alien Mus yang kebetulan dapilnya dari Maluku Utara,” ujar Adde Rosi.

Melalui skema tersebut, bantuan alat dan mesin pertanian seperti hand traktor diarahkan ke Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang memiliki potensi pertanian besar. Sebaliknya, program pendidikan, termasuk beasiswa, dapat dialokasikan sesuai kebutuhan daerah pemilihan Alien Mus.

Adde Rosi menilai pola kerja sama lintas komisi merupakan bentuk nyata semangat gotong royong di parlemen yang mampu memperluas manfaat program pemerintah.

Ia berharap model kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bahwa anggota DPR RI tidak hanya bekerja berdasarkan batas kewenangan komisi, tetapi juga membangun sinergi demi menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan wakil rakyat bukan sekadar banyaknya program yang dibawa ke daerah, melainkan sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka (red)