JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari, menyoroti penugasan lapangan sebagai salah satu hambatan utama bagi prajurit perempuan di Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengembangkan karier hingga level strategis.

Menurut Desy, kesempatan mengikuti penugasan seperti tour of area masih terbatas bagi perempuan, padahal pengalaman tersebut menjadi faktor penting dalam kenaikan pangkat dan pembuktian kapasitas di lingkungan militer.

“Saya mendapatkan informasi bahwa tour of area itu most of the time menjadi kendala bagi perempuan untuk bisa menunjukkan kemampuannya,” ujarnya usai kunjungan kerja di Ambon, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan akses terhadap penugasan lapangan membuat prajurit perempuan tidak memiliki peluang yang setara dengan prajurit laki-laki dalam membangun rekam jejak karier.

Desy juga menilai masih adanya pandangan yang membatasi penempatan perempuan di wilayah tertentu turut mempersempit ruang gerak mereka dalam bidang teknis dan operasional.

Meski demikian, ia mendorong agar prajurit perempuan tidak ragu untuk terus mengembangkan diri dan mengambil peluang yang ada.

“Mumpung masih muda, kejar setinggi-tingginya jabatan dan tugas yang diberikan,” katanya.

Lebih lanjut, Desy menekankan pentingnya perubahan kebijakan yang lebih inklusif agar perempuan dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam berbagai penugasan strategis.

Menurutnya, jika perempuan diberikan ruang yang adil, maka potensi untuk mencapai posisi puncak di tubuh TNI bukanlah hal yang mustahil.

“Kalau perempuannya siap, kenapa harus ditutup kesempatannya? Biarkan perempuan sendiri yang menentukan pilihan kariernya,” tegasnya (red)