JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB, Syafruddin, mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat menyusul kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang. Menurutnya, kebakaran yang telah berlangsung selama sepekan itu telah memicu krisis kesehatan setelah ratusan warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Syafruddin menilai penanganan kebakaran tidak boleh lagi dilakukan secara biasa karena dampaknya telah mengancam keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

“Pemerintah harus segera bertindak cepat menangani kebakaran TPA Jatiwaringin. Kebakaran ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena masyarakat sudah menjadi korban. Kualitas udara yang terus memburuk membuat ratusan warga terserang ISPA dan meningkatkan risiko pneumonia,” tegas Syafruddin di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kadar partikulat halus (PM2.5) di lokasi kebakaran mencapai sekitar 1.000 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui baku mutu harian nasional sebesar 55 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan berpotensi meningkatkan risiko pneumonia akut.

Menurut Syafruddin, proses pemadaman di lapangan berjalan lambat karena bara api masih menyala di kedalaman tumpukan sampah, sementara angin kencang memperluas area kebakaran yang mencapai sekitar 15 hektare.

Ia meminta Kementerian Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang memandang insiden tersebut sebagai krisis kesehatan masyarakat, bukan sekadar persoalan pengelolaan sampah.

“Hasil pengujian menunjukkan pencemaran udara berada pada tingkat yang sangat membahayakan kesehatan. Pemerintah tidak boleh menganggap persoalan ini sebagai kejadian biasa. Diperlukan langkah cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai langkah darurat, Syafruddin mendorong pemerintah segera membagikan masker dengan spesifikasi perlindungan tinggi kepada masyarakat, mendirikan posko kesehatan gratis yang beroperasi selama 24 jam, serta melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala di kawasan permukiman terdampak.

Ia berharap upaya tersebut dapat meminimalkan dampak kesehatan akibat kebakaran sekaligus mempercepat penanganan agar kondisi udara di sekitar TPA Jatiwaringin segera kembali aman bagi masyarakat (red)