JAKARTA, BERITA SENAYAN – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jimly Asshiddiqie, menekankan pentingnya regenerasi ide dan pemikiran melalui buku sebagai warisan intelektual bagi generasi mendatang.

Hal tersebut disampaikan dalam acara peluncuran buku Etika Yang Melembaga di Gedung Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurut Jimly, buku tidak hanya menjadi media penyebaran ilmu, tetapi juga sarana untuk menjaga keberlanjutan gagasan dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang ketatanegaraan.

“Kita membuat tradisi peringatan dengan ide. Yang ada di buku ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa regenerasi pemikiran menjadi hal penting agar ide-ide besar tidak hilang seiring pergantian generasi.

“Dan juga regenerasi estafet kepemimpinan, estafet ide. Supaya ide jangan hilang,” tegasnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyampaikan, pengalaman panjangnya dalam membangun institusi negara menjadi alasan kuat untuk mendokumentasikan gagasan dalam bentuk buku.

Menurutnya, buku dapat menjadi rujukan penting bagi generasi berikutnya dalam memahami dan melanjutkan pembangunan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Meski sempat menyinggung tantangan seperti praktik fotokopi ilegal yang merugikan penulis, Jimly menegaskan hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus berkarya dan berbagi pengetahuan.

Ia berharap, tradisi intelektual melalui penulisan buku dapat terus berkembang dan menjadi fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan (red)