Rivqy: Kenaikan Tiket Pesawat Harus Diawasi, Jangan Bebani Rakyat
Selasa, 07 April 2026, 13:30:22 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyoroti kebijakan pemerintah yang mengizinkan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket di tengah krisis avtur. Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berdampak langsung membebani masyarakat tanpa pengawasan yang ketat.
Menurut Rivqy, kenaikan harga tiket pesawat tidak boleh dijadikan solusi instan setiap kali terjadi tekanan biaya operasional di industri penerbangan.
“Jangan sampai setiap ada tekanan biaya operasional, rakyat selalu jadi pihak pertama yang diminta memahami. Sementara transparansi struktur biaya dari maskapai dan kebijakan mitigasi dari pemerintah justru minim,” tegas Rivqy di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia menilai, meskipun krisis avtur menjadi tantangan nyata bagi maskapai, kebijakan yang diambil harus tetap mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Kalau kenaikan ini dianggap sebagai langkah darurat, maka harus jelas indikatornya, batas waktunya, dan mekanisme evaluasinya. Jangan dibiarkan menjadi kebijakan permanen yang merugikan publik,” ujarnya.
Rivqy juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi praktik tidak sehat di industri penerbangan, termasuk kemungkinan adanya kenaikan harga yang tidak wajar dengan memanfaatkan momentum krisis.
Selain itu, ia mengingatkan pemerintah agar konsisten dalam mengatur harga tiket, baik saat terjadi kenaikan maupun ketika biaya operasional kembali normal.
“Kita tidak boleh hanya gaduh saat harga naik, tapi diam ketika harga seharusnya turun. Kalau nanti harga avtur kembali normal, pemerintah juga harus tegas memastikan harga tiket ikut disesuaikan dengan kondisi keekonomian global,” katanya.
Ketua Umum DKP Panji Bangsa itu menambahkan, masyarakat berhak merasakan manfaat ketika biaya operasional maskapai menurun, sehingga penyesuaian harga tiket harus berjalan secara adil.
“Jangan sampai ada kesan: kalau naik cepat sekali disesuaikan, tapi kalau turun malah sunyi, seolah tidak ada kewajiban untuk menurunkan harga. Ini soal keadilan dan kepercayaan publik,” ucapnya.
Rivqy pun mendorong pemerintah, regulator, dan maskapai untuk bersama-sama merumuskan solusi jangka panjang yang tidak hanya menjaga keberlangsungan industri penerbangan, tetapi juga melindungi kepentingan masyarakat luas.
“Industri harus sehat, tapi rakyat juga harus tetap bisa terbang tanpa merasa diperas keadaan,” pungkasnya (red)
Berita terkait
Bambang Patijaya Pastikan Pasokan BBM Nasional...
Syamsu Rizal Dorong Indonesia Bersikap Tegas...
Andi Muawiyah Ramly Ingatkan Penggunaan AI...
Neng Eem : Transparansi Pengadaan Motor...
Soroti Lonjakan Harga Plastik, Dipo Nusantara...
Soroti Harga Telur Anjlok, Fraksi Partai...
Berita Terbaru
Marwan Jafar Soroti Penurunan Kredit UMKM,...
Apresiasi Cucun Pimpin PKB Kalsel, Syaiful...
