Berita Senayan
Network

IKA Trisakti: Antisipasi Energi dan Kesiapan Transportasi Kunci Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Redaksi
Laporan Redaksi
Senin, 16 Maret 2026, 21:50:31 WIB
IKA Trisakti: Antisipasi Energi dan Kesiapan Transportasi Kunci Kelancaran Mudik Lebaran 2026
Ketua Bidang Perhubungan dan Transportasi IKA Trisakti, Azhar Adam,



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) melalui Bidang Perhubungan dan Transportasi menilai kesiapan transportasi nasional serta ketersediaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), menjadi faktor krusial dalam menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026.

Ketua Bidang Perhubungan dan Transportasi IKA Trisakti, Azhar Adam, menegaskan, bahwa skala mobilitas masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan sangat besar sehingga membutuhkan koordinasi kuat antara pemerintah, operator transportasi, dan sektor energi.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 143,9 juta orang, dengan potensi realisasi bisa melampaui angka tersebut seperti tren tahun sebelumnya. Moda transportasi yang paling banyak digunakan masih kendaraan pribadi dengan estimasi lebih dari 76 juta pemudik menggunakan mobil.

“Dengan mobilitas lebih dari 140 juta orang, sistem transportasi nasional akan mengalami tekanan besar. Oleh karena itu kesiapan infrastruktur jalan, transportasi massal, serta distribusi energi harus dipastikan berjalan optimal,” ujar Adam dalam keterangannya pada Berita Senayan, Senin (16/3).

Selain faktor transportasi, Adam menilai kesiapan pasokan BBM menjadi variabel penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

PT Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan 7.885 SPBU, 6.662 agen LPG, serta ribuan Pertashop untuk memastikan distribusi energi tetap lancar selama Ramadan dan Idulfitri. Pertamina juga memastikan pasokan BBM mampu memenuhi kebutuhan jutaan kendaraan yang melintas di jalur utama mudik. Di wilayah Jawa bagian barat saja, ketersediaan energi disiapkan untuk melayani sekitar 3,6 juta kendaraan yang menuju Sumatera melalui Banten.

Menurut Adam , langkah tersebut penting karena konsumsi BBM pada masa mudik biasanya meningkat signifikan seiring lonjakan perjalanan darat.

“Ketersediaan energi tidak hanya menyangkut operasional kendaraan pribadi, tetapi juga transportasi logistik, bus, kapal, dan penerbangan. Ini harus dijaga agar tidak terjadi gangguan distribusi selama puncak arus mudik,” ujar Adam .

Dampak Geopolitik Energi Dunia

Azhar Adam juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, berpotensi memengaruhi stabilitas energi dunia. Konflik tersebut memicu gangguan besar pada pasokan minyak global karena jalur strategis Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia, mengalami gangguan distribusi.

Sejumlah lembaga energi internasional bahkan memperkirakan konflik ini dapat menyebabkan gangguan pasokan minyak hingga 8 juta barel per hari secara global, yang berdampak pada lonjakan harga energi dunia. Harga minyak mentah global juga sempat melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel, dipicu ketidakpastian pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Namun demikian, pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman menjelang Lebaran karena cadangan BBM di terminal penyimpanan telah ditingkatkan hingga sekitar 12 persen di atas konsumsi normal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Azhar Adam menilai momentum mudik Lebaran menjadi ujian bagi ketahanan transportasi dan energi nasional. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pengelolaan lalu lintas, kesiapan moda transportasi, hingga distribusi BBM di jalur mudik.

“Perang di Timur Tengah menunjukkan bahwa ketahanan energi nasional harus menjadi perhatian strategis. Dalam konteks mudik Lebaran, stabilitas pasokan BBM menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan dari kelancaran transportasi,” ujarnya.

Azhar Adam, yang juga Sekretaris Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG), mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan transportasi publik guna mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik.

“Dengan kesiapan pemerintah, dukungan operator transportasi, serta kesadaran masyarakat, kita berharap mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” tutupnya (red).