Berita Senayan
Network

Andrie Yunus Disiram Air Keras, KontraS Desak Usut Tuntas

Redaksi
Laporan Redaksi
Jumat, 13 Maret 2026, 14:53:07 WIB
Andrie Yunus Disiram Air Keras, KontraS Desak Usut Tuntas
Gambar adalah ilustrasi



JAKARTA, BERITA SENAYAN — Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jakarta pada Jumat (13/3/2026). Insiden tersebut terjadi sesaat setelah Andrie menyelesaikan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Serangan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB setelah podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” selesai direkam. Usai kejadian, Andrie segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyatakan bahwa kasus tersebut harus segera diusut secara serius oleh aparat penegak hukum karena merupakan bentuk kekerasan berat terhadap aktivis hak asasi manusia.

“Upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia,” ujar Dimas dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini tidak bisa dianggap sebagai tindak kriminal biasa, melainkan harus dilihat dalam konteks ancaman terhadap pembela HAM yang menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan publik.

“Kami menilai tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” tegasnya.

Menurutnya, perlindungan terhadap pembela HAM telah diatur dalam sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta berbagai ketentuan perlindungan bagi aktivis yang memperjuangkan hak masyarakat.

Dimas juga mendesak aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut secara transparan.

“Kami mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku serta motif di balik serangan ini secara tuntas,” katanya.

Saat ini aparat kepolisian disebut telah memulai proses penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan mengungkap latar belakang peristiwa tersebut. KontraS berharap kasus ini dapat diusut secara terbuka agar memberikan keadilan bagi korban serta menjamin keamanan para pembela HAM di Indonesia (red)