JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, mendesak pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan perwakilan RI di kawasan Timur Tengah menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Menurut Heru, ribuan pekerja migran Indonesia yang berada di negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Irak berpotensi terdampak situasi keamanan yang tidak menentu.

“Perwakilan RI melalui KBRI dan KJRI harus segera melakukan pendataan ulang serta memastikan jalur komunikasi darurat mudah diakses pekerja migran kita,” ujar Heru di Jakarta.

Dorong Hotline Khusus dan Mitigasi Ulang

Ia menekankan perlunya pembentukan hotline atau pusat informasi khusus bagi pekerja migran Indonesia di negara penempatan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memantau kondisi terkini sekaligus memberikan kepastian informasi bagi keluarga di tanah air.

Heru juga mengingatkan bahwa perlindungan pekerja migran merupakan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang menjamin keamanan dan keselamatan selama bekerja.

“Negara wajib hadir secara konkret, memastikan keselamatan para pekerja migran di tengah eskalasi konflik global,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia berkoordinasi intensif dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) guna memastikan seluruh pekerja dalam kondisi aman dan terpantau (red).