JAKARTA, BERITA SENAYAN – Keterbatasan akses terhadap naskah kuno dinilai menjadi salah satu penghambat peningkatan literasi nasional. Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menyoroti peran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang dinilai belum optimal dalam memanfaatkan koleksi naskah untuk publik.
Menurutnya, meski memiliki potensi besar, pemanfaatan naskah yang telah didigitalisasi masih jauh dari maksimal. Ia menilai kondisi ini membuat upaya pelestarian naskah kehilangan nilai strategis dalam mendukung pendidikan dan literasi masyarakat.
“Pemanfaatan naskah harus menjadi prioritas. Jangan sampai naskah yang sudah didigitalisasi hanya tersimpan tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis yang diterima Berita Senayan di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Data Perpusnas mencatat total koleksi naskah nasional mencapai 143.259 eksemplar. Namun, yang tersimpan di Perpusnas baru 13.318 naskah, dengan 7.987 di antaranya telah didigitalisasi.
Selain itu, efisiensi anggaran juga berdampak pada penurunan target penyelamatan naskah secara signifikan, dari 10.300 menjadi hanya 2.165 naskah. Kondisi ini dinilai semakin memperlambat upaya pelestarian sekaligus pemanfaatan warisan intelektual bangsa.
Lestari, yang akrab disapa Rerie, menegaskan bahwa naskah kuno merupakan bagian penting dari tradisi intelektual Nusantara yang mengandung nilai kearifan lokal dan relevan untuk pembangunan masa depan.
Ia juga menekankan pentingnya kemudahan akses bagi masyarakat terhadap naskah-naskah tersebut sebagai bagian dari strategi meningkatkan minat baca.
“Kalau aksesnya terbatas, maka literasi sulit berkembang. Naskah-naskah ini harus benar-benar dihadirkan ke tengah masyarakat,” tegas politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Ia pun mengingatkan agar upaya pelestarian tidak berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus diiringi dengan strategi pemanfaatan yang konkret.
“Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa. Ini harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar program formal,” pungkasnya (red)

Berita terkait