LAMPUNG, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia atau Nunik, menilai Lampung memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, penggabungan ketiga sektor tersebut dapat membuka pasar lebih luas bagi produk lokal, memperkuat UMKM, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
Pandangan tersebut disampaikan Nunik saat menjalani masa reses di daerah pemilihannya, Selasa (3/11/2026). Ia menyoroti beragam potensi unggulan Lampung, mulai dari kopi, singkong, pisang, hingga produk kerajinan yang dapat dikembangkan melalui keterhubungan antara industri pengolahan dan sektor pariwisata.
Politisi yang pernah menjabat Wakil Gubernur Lampung itu menilai, berbagai potensi daerah tersebut belum cukup hanya dipasarkan sebagai produk mentah. Diperlukan kebijakan yang terintegrasi agar komoditas lokal memiliki nilai tambah dan mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
“Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bagaimana mengintegrasikan potensi-potensi yang ada dalam satu rantai kebijakan yang integral dan tugas kami di pusat adalah bagaimana memperjuangkan potensi serta kebutuhan daerah tersebut,” ujar Nunik.
Ia mencontohkan kopi Lampung yang telah dikenal hingga pasar mancanegara. Komoditas tersebut perlu didukung kebijakan hilirisasi melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan, dan penguatan merek atau branding agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar domestik maupun ekspor.
Sementara itu, singkong dan pisang dapat dikembangkan menjadi beragam produk turunan melalui diversifikasi pengolahan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi dari produk olahan.
Chusnunia Dorong Produk Lokal Lampung Naik Kelas Lewat Pariwisata
Nunik juga menyoroti peluang pengembangan produk lokal dan kerajinan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata Lampung. Menurutnya, produk UMKM tidak semestinya hanya dijual sebagai barang mentah atau cendera mata biasa, tetapi perlu dikemas dengan identitas budaya, cerita lokal, dan desain yang inovatif.
Ia menilai perpaduan kuliner khas daerah, fesyen, seni pertunjukan, dan kerajinan dapat menciptakan karakter unik bagi destinasi wisata. Keterlibatan industri kreatif lokal akan membuat aktivitas pariwisata sekaligus menjadi ruang pemasaran bagi produk-produk masyarakat.
“Potensi pariwisata yang dimiliki Lampung dapat menghubungkan produk-produk UMKM maupun ekonomi kreatif dengan pasar yang lebih luas, di situ bisa kita ukur bagaimana dampak integrasi industri, pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap pendapatan masyarakat di daerah,” ungkapnya.
Menurut Nunik, pengembangan pariwisata harus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga berbelanja produk lokal, mencicipi kuliner khas, serta mengenal karya seni dan budaya daerah.
Karena itu, keterhubungan antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif perlu diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri, UMKM, komunitas seni, dan masyarakat setempat.
Nunik: Integrasi Kebijakan Harus Ciptakan Lapangan Kerja di Lampung
Lebih lanjut, Nunik menegaskan bahwa integrasi kebijakan industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif harus diarahkan pada pembentukan industri daerah yang kuat. Pengembangan potensi lokal diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah perlu menyelaraskan program pembangunan agar setiap potensi unggulan Lampung dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menilai keberhasilan kebijakan tersebut perlu diukur melalui peningkatan nilai tambah produk, perluasan pasar UMKM, pertumbuhan industri pengolahan, terbukanya kesempatan kerja, serta meningkatnya pendapatan masyarakat.
“Kunci dari itu semua adalah kebijakan yang integratif yang memastikan potensi-potensi tersebut tumbuh dan berkembang untuk peningkatan ekonomi masyarakat di daerah, lewat integrasi kebijakan industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi kunci utama dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Nunik berharap Lampung dapat mengembangkan kekuatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi komoditas unggulan, kekayaan budaya, dan destinasi wisata secara terpadu. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif diharapkan saling memperkuat serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat (red)

Berita terkait