SURABAYA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Jazilul Fawaid menegaskan Jawa Timur kembali membuktikan diri sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian Indonesia setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen (year on year) pada Triwulan I-2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,61 persen (year on year).
Capaian tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan Banggar DPR RI bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan otoritas fiskal serta moneter di Surabaya, Kamis (16/7/2026).
Dalam pertemuan itu hadir Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, para bupati dan wali kota se-Jawa Timur, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, hingga Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur.
Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari kuatnya struktur ekonomi Jawa Timur yang ditopang berbagai sektor strategis, mulai dari industri pengolahan, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kelautan.
“Potensi ini menjadikan Jawa Timur sebagai daerah penyangga perekonomian nasional,” ujar Gus Jazil.
Ketua Fraksi PKB DPR RI itu menjelaskan, kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Jawa Timur bertujuan untuk mendengar secara langsung pelaksanaan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi pemerintah daerah.
“Kami juga ingin melihat dan mendengar secara langsung bagaimana penerapan TKD di Provinsi Jawa Timur. Apa saja persoalan yang dihadapi oleh pemerintah daerah, selama proses pencairannya maupun dalam penggunaan anggarannya,” katanya.
Menurut Gus Jazil, dialog antara pemerintah pusat dan daerah menjadi langkah penting agar berbagai hambatan dalam penyaluran maupun pemanfaatan anggaran dapat segera diselesaikan. Kehadiran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dalam forum tersebut juga dinilai menjadi momentum strategis untuk mencari solusi atas berbagai persoalan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
Selain menyoroti pertumbuhan ekonomi, Jazilul mengingatkan bahwa tingginya angka pertumbuhan harus diikuti dengan terjaganya daya beli masyarakat. Menurutnya, keberhasilan ekonomi tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Sebagai provinsi yang memiliki basis industri dan pertanian yang besar, kita berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik,” tuturnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta otoritas fiskal dan moneter perlu terus diperkuat agar kebijakan anggaran mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan merata.
Pertemuan Banggar DPR RI bersama para pemangku kepentingan di Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi kebijakan fiskal nasional dan daerah, sekaligus memastikan setiap kebijakan anggaran negara memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat (red)

Berita terkait